Jumat, 14 September 2012

Ringkasan Film Test Pack : You're My Baby

Dalam 2 bulan ini diluncurkan 2 film yang diambil dari 2 novel berbeda. Itu adalah Perahu Kertas karya Dee Dewi Lestari dan Test Pack karya Ninit Yunita. Bukan bermaksud membandingkan, namun ini memang menarik, keduanya memiliki pembaca setianya masing-masing. Tapi karena Perahu Kertas episode 1 udah pernah kita bahas, jadi mari kita bahas film lainnya yaitu Test Pack : You’re My Baby.



Sedikit ulasan mengenai novel, novel berjudul asli ‘Test Pack’ karya Ninit Yunita. Di terbitkan pertama kali tahun 2005 dengan tebal 202 halaman dan ukuran 13 x 19 cm. tema yang diangkat pun cukup dewasa yaitu tentang kehidupan keluarga yang tidak punya anak dan bagaimana ML sambil baca buku kamasutra (gak kebayang gimana susahnya). Dan, novel ini juga salah satu novel yang membuat gw ma Mega deket :p.

Sempat mau dibikin filmnya namun gagal, rupanya tidak menjadi hambatan untuk putus asa. Setelah beberapa tahun, akhirnya novel ini berhasil difilmkan. Siapakah sutradaranya? Dia adalah Monty Tiwa. Sutradara yang memang sudah terkenal dan gak bisa diapndang sebelah mata. Di tangannya, novel Test Pack dibuat menjadi ‘cerita baru’ yang bahkan nyaris tidak memiliki kesamaan dengan novelnya. Jadi adalah sebuah kesalahan kalau kita terlalu bersandar pada novel garapan teh Ninit Yunita, toh judulnya pun sudah beda menjadi ‘Test Pack : You’re My Baby’. Ya kalo mau dibandingin dikit-dikit gak apa2 kali yah? :p

Seperti yang udah gw katakan di paragraph 2 tadi, film ini punya kaitan antara gw dan Mega. Jadi untuk nonton ini, kami sangat antusias. Saking niatnya, kami sampe nonton di Bekasi Cyber Park padahal lokasi gw jemput Mega ada di Harmoni! Luar biasa bukan? Pokoknya lo harus bilang ‘WOW’. Sampe bioskop, setelah diperumit untuk nonton oleh satpam Blitz, akhirnya kami berhasil nonton dengan kondisi terlambat sekitar 15-30 menit. Penontonnya? Maaf, mungkin karena untuk masuk pun rumit, jadi ya penontonnya sepi.

Eniwei, gimana sih ceritanya? Pas gw masuk, ceritanya udah sampe si Arista Natadiningrat (di film Cuma disebut nama panggilannya, Tata) yang diperankan oleh Acha Septriasa mau tes kesuburan. Nah ia pun mendatangi dokter spesialis yaitu dr. Peni. S (Oon Project Pop). Si Tata ke dokter sama suaminya Rahmat (kalo di novel nama aslinya Rahmat Natadiningrat) yang diperankan oleh Reza Rahardian. Tata yang diperiksa, tapi Rahmat yang tegang. Hal ini pun dilampiaskan dengan mengotak-atik barang si dokter. Akibatnya dia gak bisa konsentrasi. Sumpah disini kocak. Gw aja yang bahasanya gak bisa kocak :p.



Tata diperiksa sekaligus menjadi pasien ‘tumbal’ buat anak-anak yang lagi Ko As. Liat mukanya si Tata pas diliatin dunk, kayak sembelit 7 bulan. Enggak enak banget. Tata pun memutuskan untuk mengikuti proses invitro, dimana si Tata bakal disuntik tiap hari pake hormon. Akibatnya, emosi Tata dijamin bakal naik turun. Di lain pihak, Shinta yang diperankan oleh Renata Kusmanto, mantannya Rahmat yang bekerja sebagai model kembali menghubungi. Ia berusaha menelepon Rahmat, namun tidak pernah Rahmat angkat. FYI, Shinta ini sudah pisah sama suaminya karena infertil dan masih cantik.



Setelah mengikuti invitro, ternyata Tata belum hamil. Dia masih menstruasi. Menangislah dia sejadi-jadinya. Drop. Sampe keesokan harinya, Tata akhirnya memutuskan untuk mengikuti invitro lagi. oh ya, disini si dr. Peni. S juga meminta agar Rahmat tes sperma hari itu juga. Rahmat menolak. Tapi dipaksa sama tu dokter. Akhirnya jadi dorong-dorongan wadah deh. Hohoho.

Beberapa hari kemudian, akhirnya Rahmat memutuskan untuk tes sperma, dia pun bertemu dengan Shinta. Mereka akhirnya makan di kafe RS. Gw gak tahu sih RS mana, tapi yang gw tahu, café dirumah sakit itu mahal-mahal. RS di Kalimalang misalnya, gw yang laper, liat harga langsung mendadak kenyang. Pokoknya ‘WOW’. Nah, hasil dari tes sperma si Rahmat ternyata mengecewakan. Ya, si Rahmat interfile. Rahmat pun memutuskan untuk merahasiakan ini terlebih dahulu dari Tata, dengan menyembunyikan hasil di balik tumpukan baju lemari.



Namun sayang, Tata menemukan surat hasil uji lab tersebut. Tata mengamuk sejadi-jadinya. Disini, pertengkaran mereka benar-benar ‘dapet’ kalo menurut gw. Kemarahan, kesedihan, semuanya, berhasil diaduk disini.

Pertengkaran tersebut membuat di Rahmat pengen curhat. Dia pun menemui Shinta. Pertemuan tersebut ternyata bukan sekali-sekalinya, namun terus berlanjut. Sampai suatu saat, si Tata nyari Rahmat ke café tempat nongkrong langganannya. Disini, dia melihat Rahmat dikasih baju sama Shinta. Gw gak tahu sih ya, bajunya asli apa kagak, tapi yang jelas, baju tersebut membuat Tata marah dan akhirnya memutuskan untuk pisah rumah, meninggalkan Rahmat.



Ditinggal membuat si Rahmat menjadi cowok yang sebenarnya. Jadi berantakan. Nah, si Shinta ternyata udah di rumah Rahmat dan masak pan cake buat dia. Aneh ya, main masuk aja? Gak dikira maling apa tuh orang? Berangkat dari sana, mereka pun mulai semakin dekat. Di lain pihak, si Tata pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya di Jakarta. Ia mau ke Bangkok, ikutin temennya yang telah sukses disana.

Nah, si rahmat itu bekerja sebagai Psikolog buat menyelamatkan perkawinan. Di segmen ini, dia membentak, mengomeli, memarahi pasiennya “Kalian itu pasangan paling menyedihkan sedunia tahu gak?! udah bagus dua-duanya masih sehat.. umur-umur segini biasanya salah satunya udah masuk kubur! yang satunya lagi nangis-nangis gak punya penghasilan.. udah bagus punya anak! bapak ngaku kenal Ibu 30 tahun, sayur kesukaan Ibu aja salah! Ibu lagi, kebanyakan mikir! Ibu tuh lupa kapan pertama kali Ibu jatuh cinta sama bapak. coba diinget-inget lagi, diresapi lagi, dipikirkan kembali, kenapa yaa kita menikah? karena apa? jawabannya cuma satu, karena dua-duanya mau menghabiskan sisa umur yang ada sama-sama, untuk kebahagiaan bersama.kenapa saling cinta dua-duanya?karena apa adanya kalian, itu sudah saling melengkapi untuk terus menjalani hidup ini sama-sama. itu yang dulu saya bilang ke istri saya waktu akad nikah. dulu" ujarnya. setelah berkata demikian, dia pun tampak mikir kemudian pergi meninggalkan pasiennya (yang diperankan Meriam Belina dan Jaja Miharja).



mereka lihat-lihatan dan
"Ancol yuk?" ajak si Jaja Miharja
"abis dari Ancol Bali ya?" tawarnya
dan mereka pun kembali bersama. film selesai. lho? engak-enggak, belum kelar juga sih. masih jauuh.. dah capek ya bacanya? sabar yah

setelah pergi meninggalkan kedua figuran tersebut, Rahmat menemani Shinta belanja, dan kemudian mengantarnya pulang. disini gw kira ada noh adegan mesumnya, ternyata kagak... sayang... haha... Rahmat justru memutuskan untuk kembali ke Tata. ingin rujuk. namun, Tata rupanya telah mempersiapkan keberangkatannya untuk ke Bangkok.

akhirnya, Rahmat pun ke Bandara Soekarno Hatta terminal 3. kayaknya yah, gw kan gak pernah keluar negeri. mentok paling jauh ke terminal Rawamangun. Di Terminal Rawamangun adanya bis, dan gak ada yang ke Bangkok. sumpah kagak ada! gw gak bohong! setelah berputus asa, di Rahmat pun duduk ndelosor di lantai, menunduk. dan tiba-tiba, layaknya film romantis yang baik, Tata melihatnya. Rahmat pun meminta rujuk namun sayang permintaan tersebut ditolak.

"Kasih saya 1 alasan, untuk kita tidak cerai" titah Tata.
Rahmat pun diam dan akhirnya Tata pergi.

dirumah, Rahmat sendirian. rumah yang besar tersebut bikin kesan sepi, sendirian dan sebagainya. keren, pas  Rahmat ndelosoran lagi, tiba-tiba Tata duduk juga disampingnya.

"Tadi aku ketemu sama Pasien kamu. orangnya aneh ya?" ujarnya sambil tersenyum. Tata menceritakan pertemuannya dengan si Meriam Belina. si Meriam Belina ternayata masih apal muka Tata pas dia melihat foto kawinnya di Rahmat dan Tata. mereka mengucapkan terima kasih telah menyelamatkan pernikahan mereka.



"harusnya aku tidak meminta alasan kamu untuk tidak berpisah, karena tidak ada alasan juga untuk kita berpisah" tutup Tata. setelah itu, Tata dan Rahmat pun akhirnya memutuskan untuk mengadopsi anak. sedangkan Shinta, well, berakhir bahagia juga. sumainya kembali pada Shinta.

1 poin yang gw bingung dari akhir ceritanya. si Meriam Belina sama Jaja Miharjanya itu mau kemana yah? kan bukannya mau ke Bali? ke Bali kok di terminal 3 yah? bukannya penerbangan domestik itu di terminal 1 dan 2? hmm, entahlah, just enjoy the show,,, hehe...

secara keseluruhan, film ini memang sangat berbeda dengan novel yang sudah ada. namun jangan berkecil hati, karena filmya juga bagus. tidak bisa kita lihat satu-satu atau kita bandingkam, karena filmnya seperti "cerita baru" namun dengan "benang merah yang sama".

nilai moral:
Shinta dulu itu meninggalkan Rahmat, lalu kemudian gantian ia ditinggalkan suaminya, ia pun ingin kembali ke Rahmat namun sudah tidak bisa. dan Suami Shinta pun juga akhirnya kembali ke Shinta. yang gw tangkap adalah, terserah lo mau udah nikah ato masih pacaran, intinya adalah, jangan pernah sia-siain pasangan lo. syukuri pasangan lo, apa adanya dia. toh kalau dia berhasil menepati hati lo, gw yakin, dia memiliki sesuatu yang spesial. entah itu lo sadari ato tidak lo sadari.sesuatu yang spesial itu, tidak akan lo temukan di orang lain.

oke, itu aja, berminat untuk nonton?

Pemain :
Tata : Acha Septriasa
Rahmat : Reza Rahardian
Shinta : Renata Kusmanto
dr. Peni S : Oon Project Pop

pengarang Novel : Ninit Yunita
Sutradara : Monty Tiwa


Sumber
Indonesianfilmcenter.com, article.wn.com, neo.pakde.com, databasefilm.blogspot.com, merdeka.com, ceritamu.com, hiburan.kompasiana.com, dotsemarang.blogdetik.com

Selasa, 11 September 2012

Tes Masuk CPNS Kemankertrans - Butuh Lebih Dari Sekedar Keberuntungan dan Kecerdasan

Gak perlu munafik, dalam hidup kita butuh uang. Untuk mendapatkan uang yang halal, lo butuh pekerjaan yang baik, jenjang karier yang baik atau usaha yang baik. Semuanya ada jalannya masing-masing. Dan salah satunya adalah dengan menjadi pegawai sebuah perusahaan.

Namun, tidak semua perusahaan atau bidang usaha menawarkan jenjang karier yang baik. Itulah yang membuat orang berkata “cari yang seatle” atau “cari yang jenjang karirnya bagus” dan salah satu yang menawarkan kedua hal tersebut adalah menjadi PNS dan atau BUMN.

Nah, hari Sabtu kemaren, gw mengikuti tes CPNS Kemenakertrans. Posisi yang gw lamar adalah sebagai instruktur. Ujiannya dilangsungkan di Gelanggang Olahraga Ragunan. Di Gelanggang Olahraga Ragunan itu terbagi di beberapa gedung, gw kebagian di Gedung Utama Gelanggang Olahraga Ragunan.  Dan gedung tersebut, masih terbagi lagi ke beberapa area. Gw kebagian di Area 1.

Untuk menghindari kemacetan yang pasti akan terjadi, maka gw berangkat sepagi mungkin. Namun ternyata gak semuanya sesuai rencana. Gw masih kurang tidur dan akibatnya pas di jalan gw gak konsentrasi dan bikin gw hampi nabrak mobil. Untung aja gw bawa motornya pelan. Alhamdulillah.

Karena masih pagi, perjalanan masih bisa dibilang lancar. Namun pas di jalan Harsono, Masya Allah macetnya. Jalanannya nyaris berhenti total. Kebanyakan adalah para saingan gw. Mereka menggunakan mobil (padahal dah dilarang bawa mobil) dan motor. Yang jalan sih juga banyak tapi ya gak terlalu terasa kali yah?

Pas di lokasi tes, peserta dah banyak banget yang sampe. Mana mukanya pada pinter semua,beda banget ma muka gw yang lebih cocok jadi tukang nusuk orang daripada PNS. Gw butuh lebih dari sekedar keberuntungan dan kecerdasan untuk mendapatkanj satu posisi di kementrian ini sepertinya. Apa itu? Kuasa Allah.

Suasana Ujian
Disana gw ketemu temen gw, Ari Priambudi namanya. Sama tuh ternyata di Area 1 juga. Ambillah gw posisi di sebelah dia. Lumayanlah kali-kali aja bisa nyontek. Wkwkwk… soal pun dibagikan, dan sial ternyata kode soal gw ma dia beda. Kampret. Haha.

Soal emang udah bagi, tapi ternyata gw gak bisa langsung kerjain, soalnya ada beberapa yang belum kebagian soal. Pas jam 8.10 soal baru boleh dikerjaan. Jumlah soalnya ada 200. 100 soal pertama terdiri dari Tata Negara, Undang-Undang Dasar, Undang-Undang, Bahasa Indonesia, matematika dan logika dan lain-lain. 100 soal lainnya adalah soal psikologi. Dikerjakan dari jam 8.10 – 10.40.

Ngadu nasib
Untuk bahasa Indonesia gw lumayan, Tata Nega, Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang Insya Allah ada logikanya. Yang sial adalah kelemahan terbesar gw, matematika. Gw liat soalnya, kayaknya sederhana banget. Angkanya kecil. Tapi pas dikerjain, gw pengen muntah. Gw otak atik aja dah tuh dan tiba-tiba di toa-in

“waktu tinggal 60 menit lagi”

Gw kaget, pas gw liat jawaban gw masih dikit. Panik, akhirnya gw putusin matematikanya gw tinggal dulu. Gw ngerjain psikologinya. Psikologinya juga ternyata gak semudah yang gw kira. Psikologinya gw perhatiin ternyata memiliki kesamaan di beberapa nomor. sama makna, beda bahasa. Gilak nih yang bikin soal, pinter banget. Sampe gw salah itemin jawaban, bisa dianggap kagak konsisten.

Pas waktu sisa 30 menit, yang udah kelar diperbolehkan pulang. Ada sekitar 5 oranganlah yang cabut. Gw yakin mereka ada orang2 yang memiliki kecerdasan setingkat Yohanes Surya. Gw liat si Ari, masih sama kayak gw, masih ada yang sisa. Gw pun mengebut pekerjaan gw. Pas waktu abis, gw masih ada beberapa soal yang belom diisi. Akhirnya daripada kosong gw lebih pilih ngasal deh. Huks huks huks.

Beresin soal
Yah, intinya yang gw dapetin dari ujian ini adalah untuk mencapai cita-cita yang diimpikan emang gak mudah. Mungkin memang butuh dari sekedar keberuntungan dan kecerdasan, namun bukan berarti kita pantas berputus asa.

numpuk yah soale
Untuk itu, gw mohon doanya buat temen-temen yang baca ini, mohon doanya biar gw bisa keterima disini. Hoho. Tengkyu.

Senin, 10 September 2012

Bothok Daun Sembukan Khas Jawa Timur


Setiap daerah memiliki makanan khasnya. Salah satunya adalah Jawa Timur. Propinsi paling timur di pulau Jawa ini memiliki berbagai keanekaragaman makanan yang cukup terkenal semisal Rawon dan Rujak cingur. Namun ada satu makanan yang tidak terkenal namun cukup menggoyang lidah, yaitu Bothok Sembukan.

penampilannya sederhana
Sembukan? Apaan tuh Sembukan? Sembukan adalah nama sebuah tanaman yang dalam hal ini diambil daunnya. Nama lainnya adalah Daun Kentut, Kasembukan, Kahitutan, Bintaos dan Gumi Siki . Daun kentut? Kok dinamainnya aneh? Well, soalnya yang habis makan daun ini biasanya banyak kentutnya. Wkwkwk.
Namun daun ini memiliki manfaat yang banyak, diantaranya adalah untuk meredakan perut kembung, penawar racun, meningkatkan sel darah putih yang berkurang (leucopenia) akibat terapi dan juga penambah nafsu makan. Jadi jangan heran kalo abis makan sembukan, lo bakal nambah nambah muluk.

Nah, Ibu gw baru pulang dari mudik ke Pare, Kediri, Jawa Timur. Beliau bawain oleh oleh Bothok daun Sembukan. Beliau sih beli di pasar dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp. 500 per bungkus. Murah ya? wajar sih, soalnya Sembukan itu bisa dibilang daun semak-semak yang di halaman rumah juga bisa ditemukan.

Dasarnya Botok Sembukan itu gak jauh berbeda dengan botok lainnya yang menggunakan bahan dasar parutan kelapa. Namun bedanya ini botoknya menggunakan daun Sembukan sebagai bahan utama dan kelapa parut sebagai tambahannya. Jadi warnanya agak-agak item muda. Warna daunnya agak hitam, dipadu dengan warna kelapa yang udah agak kehitaman akibat dimasak bersamaan dengan daunnya. Jadi ya gitu, agak2 item upil. Kalau Bothok pada umumnya juga dicampur dengan Petai Cina dan teri, di Bothok Sembukan campurannya biasanya adalah tempe bosok yang dipotong seiprit alias kecil banget.

Bothok Daun Sembukan
Soal rasa, Bothok Sembukan bisa dibilang sebagai salah satu makanan favorit gw. Dia enak, agak basah teksturnya, gurih namun tidak terlalu asin. Biasanya yang dibeli ibu gw rasanya agak pedas akibat cabe rawitnya. Rasanya masih manusiawi untuk digado. Tempe bosoknya juga basah soalnya dimasak bersamaan dengan bothoknya. Jadi bumbunya masuk banget ke dalem tempenya.

Namun, namanya masakan Indonesia pastinya gak pas kalau dimakan gak pake nasi. Jadi gw nyampur nasi sama Bothok Sembukannya. Warna nasi berubah jadi gak enak dilihat. Eit, jangan menghakimi hanya dari penampilannya kawan. Rasanya justru semakin nikmat. Tekstur ‘basah’ yang ada jadi hilang dan bikin nasi ‘memiliki rasa’. Tempe bosoknya juga jadi lebih menjadi lauk tanpa menghilangkan Bothok Sembukan sebagai menu utama. Rasanya masih dominan.

Gak jelas bentuknya, tapi rasanya bedeeh....
Nah yang gw gak suka dari makan ini, lo bakal pengen nambah muluk.Selain itu, Bothok Sembukan ini menurut gw gak cocok kalo dipakein lauk yang lain. Just bothok, rasanya itu lebih pas, apa lagi kalo lo makannya masih didaun pisangnya dengan Bothok Sembukan yang juga masih panas mungkul mungkul. Beddeeeh, sadis joon…

Berminat buat nyoba?

Jumat, 31 Agustus 2012

Sate Padang H. AJo Manih Enak Tapi Penuh


Siapa sih yang gak tahu masakan padang? Ayo ngacung? Pasti gak ada yah? Well, gw gak mau munak, masakan padang adalah salah satu masakan terbaik di Indonesia bahkan di dunia. Ini terbukti dengan adanya Rendang yang telah berhasil meraih tahta sebagai salah satu dari 50 makanan terenak di dunia. Namun, kali ini, bukan Rendang yang mau gw bahas. Gw mau bahas sodaranya Rendang, yaitu Sate Padang.

Makanan itu buat gw kayak mobil, 1 merk tapi banyak tipe. Sate Padang pun demikian. Setidaknya sate Padang memiliki 3 varian yang berbeda. Cara membedakannya adalah dengan melihat isinya. Sate Padang memiliki bahan utama yaitu daging, lidah sapi dan jerohan dengan bumbu kacang yang direbus dengan campuran kaldu sapi, kanji dan berbentuk bubur. Sedangkan Sate Padang Panjang memiliki kuah yang berwarna kuning dan terakhir Sate Pariaman berwarna merah.

Agak rumit menjelaskan persamaan dan perbedaannya, namun Sate Padang Panjang rasanya katanya lebih gurih sedangkan kalau Sate Pariaman rasanya lebih pedas dan sate Padang rasanya adalah perpaduan dari keduanya. Ribet? Yah begitulah. Namun yang jelas, sate padang adalah masakan asli Minang. Jadi kalo ada bangsa lain yang menyebut Sate Padang itu miliknya, ITU PITNAH!!

Nah, lantas apa nih yang mau di bahas? Mmh, gw dan Mega adalah salah satu pasangan penggemar Sate Padang. Bahkan pada saat pendekatan, kita makannya Sate Padang. Salah satu Sate Padang yang terkenal dan berhasil kita jajah adalah Sate Padang H. Ajo Manih yang terletak di Rawamangun Jakarta Timur.

Kita kesana sekitar pukul 7 malam. Tempatnya sederhana dipinggir jalan dengan tenda seadanya. Tapi meski Cuma tenda, ramenya itu lho Masya Allah. PENUH JON!!! Jarang-jarangkan ada warung tenda yang waiting list? Wkwkwk… well, gw ma Mega akhirnya menunggu sampe ada yang keluar, kita jajah tuh korsi. Dan Alhamdulillah, setelah Bung Karno membacakan teks proklamasi ada juga yang kelar makan. Dan kita pun langsung menghempaskan pantat kita ke korsi.

Penuh
Jika kebanyakan tukang sate padang hanya menjual lidah sapi dan jerohannya, disini ada paket lengkap yaitu daging, lidah dan jerohan. Gw pun langsung ambil campur ketiganya, sedangkan Mega sate lidah dan daging. Pesenan datang agak lama. Well, jika blogger blogger lain pesanan dating sangat cepat kurang dari 1 menit, gw kudu menunggu sekitar 3-5 menit soalnya petugasnya lupa pesenan gw ma Mega. Wkwk. Oh ya, petugasnya emang gak nyatet pesenan kita, dia Cuma mengingatnya. Entah dia udah habis berapa vitamin penambah daya ingat dalam sehari.

Dan pesanan pun datang. Gw bingung, mana yang jerohan (jerohannya usus sapi), lidah dan daging. Setelah diperhatikan sekian abad, akhirnya gw mengerti. Jerohan (dalam hal ini usus sapi) potongannya kecil, warna agak merah dan ada lobang eeknya, untuk lidah, potongan kotak yang paling rapi di piring, sedangkan daging, potongannya agak berantak dan bergajih.

Sate Padang yang menjadi bintang
Yang pertama gw coba adalah bumbu. Soalnya enak tidaknya sate padang ditentukan oleh bumbu (setidaknya bagi gw). Rasanya sih enak, gurih, ladanya banyak namun yang gw gak suka adalah, dia agak kurang kentel. Entahlah, rasanya pas namun kayaknya airnya kebanyakan. Meski tetap enyak, jadi agak kurang nendang dilidah.

Soal makanannya ketupatnya dikit. Wkwkwk.. Rasa ketupatnya buat gw enak, berasa ketupat baru dan bukan bekas angetan. Namun porsinya agak terlalu sedikit (perut karung ye?). nah, sate lidah gw makan, dia agak keras. Namun aroma pembakarannya terasa. Sedangkan dagingnya empuk, sayang dagingnya agak kurang bagus soalnya banyak gajihnya. Nah untuk jerohannya yang berwarna merah, rasanya ada bumbu tambahan yang masuk disini. Enak deh. Patut dicoba. Cuma cewek gw sih gak mau. Dia malah nanya

“enak? Gak ada rasa anehnya?”
Hahaha.

Sialnya disini adalah pas kita mau kelar. kebetulan yang dimeja sebelah dah kelar duluan, sedangkan kalo jalan kudu lewat kita. Jadi berdirilah gw dan Mega. Tahu-tahu ada orang yang mau make meja disebelah gw namun jumlah orangnya banyak gilak. Mejanya sebenarnya gak cukup tapi karena kita dah keburu berdiri akhirnya kita yang ngalah. Meski dia minta maaf karena merasa udah mengusir, tapi kan gak enak juga ya, gw ma mega jadi buru-buru abisin makanan sambil berdiri. Nyeeeh.. tapi mau bagaimana lagi?

Nah soal harga, total kita abis Rp. 39.000. itu adalah sate 2 porsi (Rp. 34.000), kerupuk kulit 2, dan air mineral botol 1.

Ya udah, itu aja dulu. Kalo ada cerita lagi, nanti gw posting. Selamat makan!!!

Senin, 27 Agustus 2012

Ringkasan Film Perahu Kertas


Pernah baca novel perahu kertas? Hmm jujur, buku ini adalah buku yang bikin gw dan Mega jadi deket. Abis baca buku buku ini, kita jadian. Hehee… jadi gimana yah,buku ini memiliki emang memiliki kenangan tersendiri. Jadi dulu, pas ngedeketin Mega, gw pinjemin Novel Test Pack gw dan dia pinjemin Perahu Kertasnya. Nah kebetulan, kedua buku tersebut di bikin filmnya. Dan keduanya, dalam waktu beredekatan…hmmm jodoh? Amin. Namun bukan itu yang mau gw bahas, gw mau bahas cerita di film ini.

Perahu Kertas

Sebelumnya gw mau ngutip hasil ReTweetnya @nsiskaa yang bunyinya "Film ke buku, buku ke film. Medianya saja sudah berbeda. mau dimiripin setengah mati sekalipun, ya nggak akan bisa sama". Yak, gw rasa itu adalah perkataan yang pas. Karena gw dan Mega merasakan hal yang sama akan film ini pas gw tonton ini di salah satu bioskop di Bekasi.

Di hari terakhir liburan Lebaran, gw akhirnya memutuskan untuk memanfaatkannya dengan nonton. Apalagi setelah tahu kalau di mol tersebut, nonton film Indonesia hanya Rp. 15.000. murah kan? Well, di pondok aja Rp. 25.000. wkwkwk. Perjalanan dari rumah ke rumah Mega dan ke mol gw lalui dengan sangat lancar. Jadi meski agak-agak mepet, namun its oke, jalan lancar jaya. Gw masih ontime. Pas mau beli tiket, gw akuin tempatnya udah penuh. Gw ambil posisi atas, yaitu di B. nah film pun dimulai.

Film dimulai dengan perkenalan si Kugy yang diperankan oleh Maudy Ayunda. Si pemeran Kugy menurut gw pas. Gak putih gak cantik, tapi manis dan enak dilihat. Karakter Kugy yang berantakan bisa enak sama dia. Abis itu perkenalan si Noni yang diperankan oleh Sylvia Rully R dan pacarnya Eko yang diperankan oleh Fauzan Smith. perkenalan ini sekaligus merangkum beberapa poin yang ada dibuku menjadi jauh lebih singkat dibanding dengan di novel. Agak sedikit ‘gimana’ gitu. Tapi yowis lah. Yang paling menarik dalam pembukaan ini adalah, pas Eko disuruh cepet – cepet sama si Noni.

“Iya ini juga dah ngebut ini” ucap Eko dengan mobil yang, mmmh, di dorong. Sumpah ngakak gw.
Pertemuan Keenan yang diperankan oleh Adipati Dolken dan Kugy pun dipercepat jadi keawal. Beberapa poin jadi agak lebih menyentak kedepan seperti saat Kugy memberikan buku dongengnya ke Keenan. Yups, ini agak terlalu cepet emang tapi poinnya dapet. Apalagi pas Kenaan baca dongengnya Kugy dan bikinin gambar buat dia. Abis itu dia nyerahin gambarnya ke Kugy

“Ini boleh gw pinjem?” ucap Kugy.
“Ini emang buat elo” ujar Keenan.

Belakangan Keenan baru tahu baru tahu kalo Kugy dah punya pacar. Yups, pacarnya Kugy, Ojos yang diperankan oleh Dion Wiyoko, dateng ke Bandung. Tak sengaja, Keenan liat Kugy lagi pacaran di kafe pas Keenan, Eko dan Noni lagi jalan-jalan

“Itu Kugy” ucap Keenan sambil nunjuk kea rah kafe. Disana ada Kudy dan Ojos lagi makan.
“Iya, dia lagi naik kasta” ungkap eko dan noni. Dan Keenan pun diam.

yang ini bikin mupeng

Beberapa adegan kemudian adalah saat si Kugy  ke Jakarta. Dia ketemu sama Keenan di kereta. Keenan yang tertidur selama perjalanan terbangun saat kereta berhenti di salah satu stasiun akbiat longsor. Dia yang menemui kursi Kugy yang telah kosong, akhirnya ia memutuskan untuk jalan-jalan menyusuri rel. pas nyusurin rel, dia ketemu Kugy dan membahas mengenai cerpen Kugy yang masuk ke majalah. Keenan tidak suka sama cerpennya. Sayang, diadegan ini berbeda dengan yang di novel. Tapi ya balik lagi ya, kita lagi bahas filmnya, bukan bukunya. Hohoho.

Pas ketemu di rel kereta


Memasuki pertengahan film, drama mulai terasa lebih ngalir. Keenan diperkenalkan oleh Wanda yang diperankan oleh Kimberly Ryder, kurator lukisan sekaligus sodaranya Keenan. Noni pengen jodohin si Keenan dengan Wanda. Alhasil, menimbulkan kecemburuan di pihak Kugy. Sebagai kurator, Wanda melihat bakat si Keenan akan seni lukis. Ia pun menawarkan untuk menjual lukisan Keenan di galeri bapaknya.
Nah, pas pamerannya digelar, temen-temennya Keenan hadir. Kecuali Kugy. Dia dah sampe sih didepan galerinya, tapi dia melihat kedekatan Keenan dengan Wanda. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak hadir. Dengan menanggung rasa kegalauan yang membuncah, ia pun akhirnya memutuskan untuk mengajar di sekolah darurat didaerah yang tepencil.

Kesibukan yang memang disengaja pun akhirnya membuat Kugy menjadi menjauh dengan teman temannya. Well, dia memang sibuk untuk menghindari temen-temennya sih ya?Puncaknya adalah saat dia tidak menghadiri pesta ulang tahunnya Noni. Akibatnya, Noni pun mengamuk dan yah, gitu deh.. persahabatan mereka pun luluh lantak.

Dilain pihak, Keenan merasa berhasil karena lukisan nya sold out. Ia memutuskan untuk berhenti kuliah dan laporan sama bapaknya. Hasilnya? Layaknya Malin Kundang, Keenan pun diusir dari rumah. Ditengah pengusiran tersebut, ia tetap menghadiri ke ultahnya si Noni. Dan konflik Keenan pun dimulai. Wanda yang mabuk dibawa Keenan ke kamar. Dikamar ini, Wanda ngamuk karena Keenan tidak juga merespon cintanya. Kalap, mabuk dan emosi rupanya tidak hanya buruk untuk kesehatan tapi juga buruk untuk untuk kehidupan. Wanda melempar lukisan Keenan yang disembunyikan di kolong kasurnya ke Keenan. Iyah, Wanda rupanya yang telah membeli semua lukisan Keenan. Keenan mengamuk, ambil lukisan dan meninggalkan Wanda sambil berkata

“Kamu bisa membeli lukisan aku, tapi kamu gak bisa membeli aku” ujarnya sambil lalu. Ditengah kegalauan, ia menemui Kugy di sekolah darurat. Disini Keenan diberi kan buku dongeng oleh Kugy yang terinspirasi oleh sekolah daruratnya, Sekolah Alit. Dan disini juga, Keenan mengatakan untuk berhenti melukis. Kugy kecewa sampe nangis dan akhirnya Cuma bisa meninggalkan Keenan dengan kecewa.

“Ternyata gw terlalu tinggi menilai elo” ujar Kugy.  

Kugy kasih buku dongeng ke Keenan


Dan Keenan pun akhirnya memutuskan untuk tinggal di Bali bersama Pak Wayan yang diperankan oleh Tio Pakusadewo. Disini Keenan berusaha untuk mendapatkan kemampuan melukisnya yang telah direnggut oleh keadaan. Namun rupanya sulit. Ia hanya menemukan sebuah kanvas putih. Nah, disini Keenan bertemu dengan Luhde yang diperankan oleh Elyzia Mulachela. Luhde lah yang selalu menemani Keenan setiap pagi. Perlahan namun pasti, Keenan kembali melukis. Lukisannya, terinspirasi dari dongeng Kugy mengenai Sekolah darurat Kugy. Lukisannya pun berhasil menarik minat salah seorang pembeli, yaitu Remi yang diperankan oleh Reza Rahardian.

Lukisan yang di beli Remi


Disisi lain, Kugy pun hidupya mulai berantakan. Ia akhirnya putus dari Ojos akibat mangkir dari janjinya. Si Kugy sudah janji untuk liburan ke Bali sama Ojos (Iyah, enak banget ya liburannya, gw mau liburan sama pacar gw ke Puncak aja gak bisa bisa) namun rupanya jadwal keberangkatannya bentrok sama lombanya Sekolah Alit.

“Kita buat simple, kamu besok aku tunggu di Bandara. Kalo kamu gak dateng, maka udah gak ada lagi yang peru kita bicarakan” ucap Ojos.

Dan yah, Kugy lebih memilih Sekolah Alit dari pada Ojos. Andai itu adalah kenyataan, maka gw kasian sama Ojosnya. Kasian nunggung, bawa tiket lebih macam calo lagi nawarin tiket.. wkwkwk…sepeninggal Ojos, Kugy lebih konsentrasi kuliah dan jeng jeng jeng, Kugy lulus kuliah. Ia pun magang di salah satu kantor iklan bernama Advocado. Siapa pemiliknya? Namanya Remi. Haha.

Setelah melalui perjuangan sebagai pegawai kasta terendah, yaitu anak magang, ia pun berhasil menelurkan ide brilian untuk sebuah iklan. Dan ia pun menjadi pegawai tetap. Nah, belakangan, Noni pun akhirnya sadar akan kesalahan yang menyebabkan hubungannya dengan Kugy retak. Ia menemukan buku dongengnya Kugy yang buat Keenan. Dari sini, penyesalan pun datang. Ia memutuskan untuk minta maaf sama Kugy dan lain sebagainya.

Disisi lain, Keenan pun telah menjadi pelukis yang dikagumi. Sayang, bapaknya kena stroke. Ia pun memutuskan kembali ke Jakarta dan memimpin perusahaan bapaknya. 1 poin penting, perusahaan tekor hingga lebih dari Rp. 200.000 dolar. Banyak yee? Rumah gw aja gak sampe 200.000 dolar. wkwkwk

Keenan yang kembali ke peradaban pun akhirnya bertemu kembali sama si Eko. Rupanya si Eko sama Noni mau nikah. Pas Keenan menjadi pendamping, si Kugy dateng telat dan akhirnya mereka ketemu. Cerita belum selesai kawan. Si Eko rupanya salah mulu tuh pas Akad. Akhirnya pas ketiga, Eko berhasil mengucapkan dengan benar. Kalo diliat sih lucu, tapi kalo dalam dunia nyata, itu serem banget lho.

Si Keenan dan Kugy pun mulai ngobrol, tapi tidak terlalu ditekankan disini. Toh mereka punya kehidupannya masing. Film pun berakhir saat Kugy mencium Remi pas malam tahun baru. Yups, mereka jadian, dan film pun bersambung.

Secara keseluruhan filmnya sih bagus, tapi kalo lo dah baca bukunya, gw rasa agak sulit untuk terima kalo filmnya terbagi dua. Soalnya beberapa adegan udah dipotong dari pertama film dimulai. Tapi balik lagi ke awal, medianya aja udah beda, mau disamain setengah mati juga tetep aja beda. Iya gak? Apalagi yang sutradarain si Hanung, jadi meski beda, gw rasa point-point nya masih bisa didapatkan, hal yang mungkin tidak bisa didapatkan bila yang sutradarain adalah orang lain.oh ya, yang paling gw sukai di fim ini adalah detail-detailnya. mulai dari uang sampai HP, semua disesuaikan dengan tahun kapan cerita bergulir, yaitu tahun 1999 dan 2003. saking detilnya gw ampe penasaran, masa gak ada yang miss sih? dan akhirnya setelah gw pelototin gw menemui hal detil kecil yang miss, yaitu plat mobil. plat mobilnya berakhir tahun 2012. padahal cerita diambil tahun 1999 dan 2003 sedangkan plat harus diganti tiap 5 tahun. wkwkwk...  Ya udah itu aja dulu. Kalo mau nonton, nonton aja.. keren kok. Insya Allah gak nyesel.

Maudy Ayunda sebagai Kugy
Adipati Dolken sebagai Keenan
Reza Rahardian sebagai Remi
Elyzia Mulachela sebagai Luhde
Kimberly Ryder sebagai Wanda
Sylvia Fully R sebagai Noni
Fauzan Smitih sebagai Eko
Tio Pakusadewo sebagai Pak Wayan
Ben Kasyafani sebagai Karel

Sumber: Tempo.com, hiburan.plasa.msn.com, fimroll.com, kawankumagz.com

Sabtu, 25 Agustus 2012

Lebaran = Berburu Makanan

Liburan abis Lebaran, niatnya mau jalan jalan keluar kota. Incarannya? Curug Nangka di Bogor sama Curug Cilember di Puncak. Hasilnya? Nihil. Rencana tinggal rencana kawan. Gw Cuma jalan jalan sama cewek gw ke Plaza Festival (dulu pasar festival) buat makan Pizza. Well niatnya sih gw ke Pizza yang di Pancoran, yang baru, sayang pas gw ksana, dia belum buka.

Sampe disana di Pitza Hat-hat (nama restoran gw samarkan. Gw gak mau kena undang undang pencemaran nama baik), kita mendapati pelayanan yang ramah namun galak dan gak mau dengerin maunya pelanggan. Karena Cuma berdua, gw ma cewek gw Cuma dikasih makan di tempat yang nyempil gilak, dengan meja yang emang ngepres Cuma buat bedua. Kecil gilak. Kita mau pindah ke sofa gak boleh (padahal masih kosong pada saat itu) terus gw juga minta pindah ke meja yang buat 4 orang juga gak boleh, minta ke 6 orang juga gak boleh

“Itu untuk 6 orang mas” ujar pelayan perempuan dengan senyum apalan jutek.
“Gak bisa dipisah aja gt mejanya” Tanya cewek gw
“Itu untuk 6 orang mbak” ulangnya.

Akhirnya gw ngalah dan stay di meja kecil. Gak lama ada pelayan cowok. Gw nanya buat pindah lokasi yang lebih nyaman

“Mas, ini gak bisa pindah apa? Ini dh kayak kontrakan tau. Kecil bgt” complain gw.
“oh bisa mas” dia pun nyariin. Sesaat kemudian dia kembali dan nawarin sofa. Gw dah girang kan tuh. Tapi gak langsung dudukin. Gw ma cewek gw ngambil salad dan sebagainya. eh tahu2 gak boleh duduk disana sama mbak-mbak pelayan lagi karena udah ada yang nempatin. Ya udah, terpaksalah kami ke smoking area di luar. Di smoking area, pelayanannya juga lama broh… pizza Idaho yang gw pesen paling lama datengnya. Dan itu pun baru dateng setelah pelayannya ditanyain sama cewek gw. Dan, Pizzanya sudah sampai level hangat, dan bukan panas seperti biasanya. Ckckck…,

pas mau bayar, mbak2nya baru mengklarifikasi kejadian tadi.

"maaf ya mas, mbak. tadi mas Bag*snya gak bilang dulu ke kasir, itu gak boleh" dan lain sebagainya. well, jujur aja, gw dah gak respect sama pelayanannya. gimana yah, kalo mau minta maaf mah harusnya dari awal. kenapa pas mau bayar baru minta maaf?

Nah, hari berikutnya, gw ma cewek gw pun batal lagi jalan2 keluar kota. Macet gilak kayaknya dimana mana. jadi akhirnya diputuskanlah gw dan cewek gw ikut kakak gw makan makan. yep, kami makan gratis booo.. tujuan utamanya adalah Piscator di Epicentrum. kita pun kesana dengan nafsu birahi dan kelaparan. jalan yang lancar pun semakin memberi semangat ekstra "jalan pun merestui kami untuk ditraktir makanan mahal!!" pikir gw. entah emang jalan yang merestui atau Foke yang berhasil mengatasi kemacetan di saat Lebaran, yang gw tau, jalanan lancar dan gw siap makan gila2an.  namun sayang, pas sampe sana ternyata Piscator TUTUP!!!... argh, gak jadi ditraktir makan mahal deh... huks huks huks...

akhirnya kita memutuskan ke Sushi - Ya.. gw langsung 'DAMN!! Sushi?! kan gw gak bisa makan sushi?!' gak sih, gw gak ngomong, gw cuma mikir dengan wajah yang gak enak
"tenang aja, ada makanan lain kok selain Sushi" kata kakak gw yang liat perubahan muka gw.

Kita ke Sushi-Ya yang di Pancoran. lebih tepatnya di TIS Square. disini antrinya alahmakjan. kita waiting list aja gitu dengan gantengnya. setelah nunggu sekian dasawarsa, nama kakak gw baru dipanggil. kita diarahkan keatas dan rungan yang alhamdulillah, no smoking area. mbak lis mesen sushi apa yah? lupa,pokoknya sesuatu yang di roll dan goreng pake tepung. sedangkan mas Fikri pesen Sushi Salmon Mentai dan untuk pembukanya lupa namanya, pokoknya cumi goreng tepunglah intinya. sedangkan gw ma Mega pesen makanan selain Sushi

"Wah, ada Katsudon Yank!" tunjuk dia di menu
"Iya ada, tapi kok di fotonya agak kurang enak ya keliatannya?"
"aku ini yah?"
"Ya udah"
"Mas pesen Katsu..."
"Katsu semuanya habis mbak" potong pelayannya...
"anjrot.. semuanya mas? semuam mua nya?" tanya gw pastiin.
"iya, katsu semua. tinggal yakiniku aja" ujar dia

ya karena gw gak bisa makan sushi akhirnya gw sama cewek gw pesen beef Teriyaki dan beef Yakiniku ukuran large. dan kami pun menanti dengan sabar detik demi detik, menit demi menit, dan sekitar 1 jam makanan belum dateng...




disaat emosi meninggi akhirnya makanan gw dateng.
"Akhirnyaaaa" ujar gw
"itu kan punya aku" ujar mega
"hah? iya yah?"
"iyaaa"
"oh, ya udah"
dan akhirnya gw nunggu lagi...


Mega With Her Food


gak lama, pesenan gw dan makanan pembuka mas fikri dateng. Mega pun minta mayonaise yang spicy. tahu brapa lama datengnya? well, mayonya baru dateng setelah pelayannya gw pelototin. jadi kebayang dong lamanya? tapi itu mendingan sih, pesenannya kakak gw jauh lebih lama lagi. jadi setelah makanan gw abis setengah, pesenan kakak gw baru dateng. wkwkwk... entahlah... mungkin karena lagi peak banget kali ya yang pesen? maklum lah, banyak yang pesen. kan pada di tinggal pembantu? haha


pesenan mbak lis

teh leci


ya udah, itu aja. liburan gw selama Lebaran Lebaran lo gimana? 

Kamis, 23 Agustus 2012

Happy Eid Mubarak 1433 H


Selamat Idul Fitri 1433 H, mohon maaf lahir dan batin atas kesalahan gw baik itu di blog lama, maupun di blog baru gw ini.

Nah, bagaimana dengan liburan kalian? Have a great holiday? Well, klo gw sih enggak. Liburan gw terkesan biasa aja. Kebanyakan tidur dirumah. Hmm, oke, liburan gw emang gw rencanakan sedemikain rupa yaitu dengan mengunjungi beberapa tempat wisata kayak air terjun dan lain lain. Sayang, itu semua tinggal rencana. Kenyataannya gw toh gak kemana-mana. Malah pas libur gw cuma di rumah aja..

Liburan hari pertama hari Jumat, tepatnya tanggal 17 Agustus. Ngapain aja? Well, tentu saja gw nonton upacara bendera dan tidur. Nothing to do lah pokoknya. Besoknya, gw kerumah pacar gw, buka bareng dan nonton bareng sidang isbat. Dan untuk pertama kalinya dalam ramadhan tahun ini, gw lebih nunggu hasil sidang daripada adzan buka puasa. Hahaha…

Dan Alhamdulillah, hasil sidang rupanya Lebarannya bareng dengan Muhammadiyah. Rasa syukur banget buat gw mengingat ipar gw itu Muhammadiyah dan tahun lalu, kita berlebaran di hari yang berbeda.
Pas Minggunya, sholat Ied. Ipar gw sama kakak gw sholat di Bintaro, gw ma Ibu sholat di Masjid deket rumah. Gw sempat fotoin suasanyanya. Entahlah, tapi gw selalu menemukan fenomena yang sama. Sholat Ied itu kan sholat dulu baru khotbah, beda sama Jumatan, jadi banyak lho yang pergi begitu kelar sholat. Selain itu, banyak juga bapak bapak yang tidur. anak anak juga banyak yang main. Well, klo anak anak gak main itu namanya bukan anak-anak kali ya? hohoho..



Well, abis itu tentu aja kan salam salaman dan makan makan? abis itu pembagian uang angpao. Sayang, tahun ini gw gak dapet angpao dan malah sebaliknya, gw yang ksh angpao. agak siang, gw sekeluarga nyekar ke makam bapak. makamnya di Pondok Ranggon dan merupakan salah satu TPU yang buat gw sangat luas. disana alhamdulillah gak ada pengemis. tapi ada yang unik disana. di TPU ini, tidak hanya dipadati oleh peziarah tapi juga para pedagang. iyap, banyak yang jualan disana mulai dari kerak telor, soto mie sampai odong-odong. iyap, odong-odong. gw agak shock aja gt liatnya ada odong-odong disana. entahlah, suasana  yang harusnya mengharu biru ato kesan angker yang biasa ada di pemakaman, kadang suka hilang disini dan berganti jadi suasana taman yang nyaman dan pastinya kekeluargaan yang kental. I love it..


ini yang ziarah

emang kayak taman


oh ya, just for your info, ke pemakaman itu macet. gw gak tahu kenapa, tapi pas lebaran, TPU emang selalu ramai. wkwkwk.. mmh, satu lagi, hanya sebagai perenungan aja, gw lebih suka Lebaran yang bareng bareng gini. soalnya rasanya umat jadi bersatu. bisa gak yah tahun depan kita bisa sama sama lagi? bisa gak antara golongan dan pemerintah bersatu untuk mewujudkan kesamaan pandangan akan Lebaran. karena Islam itu kan harusnya 1 dan tidak terpecah belah?


Mau ke kuburan aja macet

Mohon Maaf Lahir dan Batin Ya


Ya udh, itu aja dl.. nanti gw certain liburan after lebarannya.