Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2014

Burger Rendang – Pertemuan Barat dan Timur

Rendang memang telah mendunia. Saking mendunianya, tidak sedikit rumah makan asing mencoba menghadirkan cita rasa Rendang ke dalam menu-menu makanan mereka. Salah satu yang paling invatif mungkin adalah Burger Rendang. Burger seperti ini memang sudah dikenal sejak tahun 2013 lalu. Terdengar unik memang, bagaimana  mungkin burger yang identik dengan rasa ‘western’ nya berubah menjadi rendang yang ‘Indonesia banget’.

Terlihat sederhana
Well, kalau dari penampkannya, Burger Rendang memang tidaklah berbeda dengan burger pada umumnya. Masih dengan daging yang dilapisi roti dengan taburan wijen diatasnya. Namun ketika membuka lembaran roti, maka perbedaannya akan mulai terlihat.

Jika pada umumnya kita melihat burger memiliki bumbu mayonise berwarna putih, maka Burger Rendang memiliki bumbu yang sedikit berbeda. Bumbunya berwarna coklat kehitamanan, persis seperti bumbu rendang pada umumnya. Saat diicipi pun bumbu rendangnya terasa cukup nikmat dan terasa cukup original. Uniknya lagi, meski telah dijiwai dengan bumbu nasional, Burger Rendang masih disusupi oleh bumbu werstern bernama mayonaise.

Sisi dalam
Kini saatnya mencicipinya. Sepintas rasa ragu cukup menjalar. Wajar karena rasa mayonnaise memiliki kemampuan untuk merusak cita rasa Rendang. Namun ternyata dugaan itu salah. Mayonaise yang dicapurkan tidak terlalu kuat rasanya dan bumbu rendang masih terasa cukup mendominasi. Sementara untuk tekstur daging dan roti, rasanya tidak ada yang istimewa.
Untuk menambah rasa pedas, yang tersedia hanya saus sambal. Kelemahannya tentu saja ada. Dengan menambahkan saus pada Burger Rendang maka dapat dipastikan cita rasa khas Rendang menjadi nyaris hilang. Namun bila tidak ditambahkan, rasa pedas yang diharapkan tidak akan didapatkan.

Nah, sekarang tinggal bagaimana anda menikmatinya. Tapi yang pasti, menu ini menjadi salah satu inovasi untuk membawa kuliner Indonesia menjadi lebih mendunia. tak ubahnya dengan Daihatsu yang terus melakukan inovasi untuk membawa dunia otomotif Indonesia ke dunia internasional.


Selasa, 20 November 2012

Ayam Perawan Mat Lengket

Jika anda penggemar nasi uduk dan ayam goreng, rasanya warung makan Ayam Goreng Mat Lengket patut anda coba. Meski hanya warung makan sederhana, namun warung satu ini telah cukup lama beroperasi. Bahkan namanya pun cukup dikenal dikawasan Rawamangun-Pulogadung Jakarta Timur.

Dengan moto yang agak nyeleneh “Ayamnya Masih Perawan, Itu Yang Bikin Lengket” Ayam Goreng Mat Lengket terus memelet pecinta ayam kampung goreng. Berdasarkan penelurusan yang dilakukan, Ayam Goreng Mat Lengket telah beroperasi sejak tahun 1973. Hmm, bukan waktu yang sebentar bukan. Nah, lantas apa sih yang menjadi menu andalan? Ya tentu saja ayam gorengnya yang menjadi andalan, apalagi disini menunya terbatas. Hanya seputaran ayam dan lalapannya saja.

Begitu masuk warung, anda bisa langsung memesan nasi uduk dan ayamnya. Pesanan tidak akan datang terlalu lama, meningat ayamnya sudah digoreng terlebih dahulu dalam porsi besar. Ayamnya juga cenderung mungil, bahkan terlalu kecil untuk nasi uduk yang porsinya cukup besar. Ayamnya berbumbu kuning tanpa kulit. Rasanya gurih dan empuk untuk ukuran ayam kampung. Gurihnya ini yang mengundang untuk mengambil ayam dalam porsi besar dalam sekali suap.



Sayangnya, karena ayamnya sudah dimasak jauh sebelum dimesan, suhunya sudah tidak panas lagi. bahkan cenderung dingin. Ini yang sedikit merusak rasa dari ayamnya yang sudah gurih tersebut.

Nasi Uduknya nasi uduk betawi. Tidak terlalu istimewa selain rasa santannya yang cukup kuat dan porsinya yang WOW. Namun, sambal yang menjadi teman dari nasi uduk dan ayam goreng ini layak menjadi sorotan. Bentuknya memang layaknya sambal pada umumnya, merah menantang. Namun saat diicipi, rasanya tidak pedas. Bahkan cenderung manis gurih. Sangat pas untuk menemani ayam gorengnya.



Soal harga, 1 ekor ayam dihargai dengan harga Rp. 12000. Sedangkan untuk nasi uduk, Mat Lengket mematok harga Rp. 6000. Es teh manis dipatok di harga 3000. Secara keseluruhan memang terlalu mahal. Namun,walau mahal, warungnya selalu padat. Hoho. Berminat? Mat Lengket terdapat di Jalan Jatinegara Kaum Raya, lebih tepatnya di sebelah Masjid Makam Pangeran Jayakarta.

Senin, 01 Oktober 2012

Warung Makan Lesehan di Pelataran Pasar Cikini

Ayam goreng, pecel lele dan lain sebagainya, mungkin itu adalah menu yang biasa kita lihat dipinggir jalan. Namun ada yang berbeda setiap gw melewati sebuah warung tenda di pelataran pasar Cikini. Meski menu yang ditawarkan sama saja, namun warung tersebut selalu penuh sesak. penasaran dengan makanannya, akhirnya gw sama cewek gw mencoba menjajal tuh warung.

Berbekal dengan uang hasil ngepet sehari sebelumnya, kami pun pergi kelokasi setelah sholat magrib dan jalan jalan di Monas. tiba di TKP sekitar jam setengah 8anlah. Lokasinya sih emang gw akui pewe. Tempat nongkrong banget, tapi buat orang yang udah beranjak dewasa. Bukan buat ABG alay yang kebanyakan dikasih uang jajan, jadi ya untuk orang yang beranjak dewasa dengan duit seadanya tempat ini asik.

Disana gw Cuma nemu beberapa tempat duduk yang kosong. Akhirnya kami milih lesehan. Ada petugas berseragam merah yang langsung menghampiri dengan kertas dan menu. Menunya banyak, mulai dari makanan sampe minuman. Yang gak ada Cuma 1 yaitu harga. Harganya gak dicantumin. Namun kata Mega, harganya memang sedikit diatas rata-rata untuk makanan pinggir jalan.

Kami pun akhirnya memesan 2 potong ayam kampung, 2 nasi uduk, sama seporsi Dimsum. Selesai mesen, ternyata eh ternyata kami baru sadar kalo parkiran mendadak udah penuh dan tempat duduk dan full. Ada beberapa yang akhirnya terpaksa mengantri.

Penuhnya itu, berakibat pesanan datangnya agak lama. butuh waktu sekitar 15-20 menitlah baru pesenan dateng. Pertama adalah dimsum. Gw gak tahu apa nama dimsumnya, tapi isinya daging ayam. Rasanya sih enak, tapi enak yang biasa. gak istimewalah. Yang ngenes adalah, Dimsum ini hangat cenderung kearah agak dingin. Jadi gw agak kurang suka.

Dimsum apa ini namanya?
Gw berharap banyak sama nasi uduk dan ayam gorengnya. Namun sayang, ayamnya juga bernasib sama, sudah hangat cenderung dingin. Demikian juga nasinya. Soal rasa, gw agak bingung. karena biasanya ayam kampung itu khasnya agak alot, tapi ini empuk malah kayak ayam negeri. Namun rasa bumbunya emang gw akuin enak. Tapi ada beberapa bagian yang gosong. Nasi uduknya standard. Masih lebih enak langganan gw. Sorry.

Ayam Goreng Kampung Cikini


Makanan pinggir jalan gini, salah satu yang menentukan enak tidaknya adalah sambel. Sambelnya unik, ada 2. Sambel merah dan sambel kacang. Sambel kacangnya enak. Pedes manis rasanya. Sedangkan kacangnya kayak sambel pecel, tapi dengan air yang sedikit. Kalo sambelnya dicampur juga enak.  Ya intinya, the bestnya ada di sambel sih.

Nasi Uduk


Soal harga, gw rasa emang cukup mahal, soalnya dari segi rasa dibawah ekspektasi gw sama Mega. Untuk 2 nasi uduk, 2 ayam kampung, 1 es teh manis, 1 es jeruk dan 1 porsi dimsum, total menghabiskan dana Rp. 68 ribu. Parkir Rp. 2000. Pas lah ya Rp. 70.000. oh ya, disana juga ada pengamennya, tapi pengamennya enak kok, dia gak dari meja kemeja, jadi gak terlalu menggangu pas lo makan.

nah sekarang kalo ditanyain apakah gw masih mau kesini? well jawabannya sih mungkin. tapi mungkin lebih enak rame-rame kali ya? soalnya sekali lagi, buat gw ini bukan makanannya yang istimewa tapi suasananya nongkrongnya yang asik. itu aja dulu, kalo ada cerita lagi, nanti gw bagi... see ya...

Sabtu, 25 Agustus 2012

Lebaran = Berburu Makanan

Liburan abis Lebaran, niatnya mau jalan jalan keluar kota. Incarannya? Curug Nangka di Bogor sama Curug Cilember di Puncak. Hasilnya? Nihil. Rencana tinggal rencana kawan. Gw Cuma jalan jalan sama cewek gw ke Plaza Festival (dulu pasar festival) buat makan Pizza. Well niatnya sih gw ke Pizza yang di Pancoran, yang baru, sayang pas gw ksana, dia belum buka.

Sampe disana di Pitza Hat-hat (nama restoran gw samarkan. Gw gak mau kena undang undang pencemaran nama baik), kita mendapati pelayanan yang ramah namun galak dan gak mau dengerin maunya pelanggan. Karena Cuma berdua, gw ma cewek gw Cuma dikasih makan di tempat yang nyempil gilak, dengan meja yang emang ngepres Cuma buat bedua. Kecil gilak. Kita mau pindah ke sofa gak boleh (padahal masih kosong pada saat itu) terus gw juga minta pindah ke meja yang buat 4 orang juga gak boleh, minta ke 6 orang juga gak boleh

“Itu untuk 6 orang mas” ujar pelayan perempuan dengan senyum apalan jutek.
“Gak bisa dipisah aja gt mejanya” Tanya cewek gw
“Itu untuk 6 orang mbak” ulangnya.

Akhirnya gw ngalah dan stay di meja kecil. Gak lama ada pelayan cowok. Gw nanya buat pindah lokasi yang lebih nyaman

“Mas, ini gak bisa pindah apa? Ini dh kayak kontrakan tau. Kecil bgt” complain gw.
“oh bisa mas” dia pun nyariin. Sesaat kemudian dia kembali dan nawarin sofa. Gw dah girang kan tuh. Tapi gak langsung dudukin. Gw ma cewek gw ngambil salad dan sebagainya. eh tahu2 gak boleh duduk disana sama mbak-mbak pelayan lagi karena udah ada yang nempatin. Ya udah, terpaksalah kami ke smoking area di luar. Di smoking area, pelayanannya juga lama broh… pizza Idaho yang gw pesen paling lama datengnya. Dan itu pun baru dateng setelah pelayannya ditanyain sama cewek gw. Dan, Pizzanya sudah sampai level hangat, dan bukan panas seperti biasanya. Ckckck…,

pas mau bayar, mbak2nya baru mengklarifikasi kejadian tadi.

"maaf ya mas, mbak. tadi mas Bag*snya gak bilang dulu ke kasir, itu gak boleh" dan lain sebagainya. well, jujur aja, gw dah gak respect sama pelayanannya. gimana yah, kalo mau minta maaf mah harusnya dari awal. kenapa pas mau bayar baru minta maaf?

Nah, hari berikutnya, gw ma cewek gw pun batal lagi jalan2 keluar kota. Macet gilak kayaknya dimana mana. jadi akhirnya diputuskanlah gw dan cewek gw ikut kakak gw makan makan. yep, kami makan gratis booo.. tujuan utamanya adalah Piscator di Epicentrum. kita pun kesana dengan nafsu birahi dan kelaparan. jalan yang lancar pun semakin memberi semangat ekstra "jalan pun merestui kami untuk ditraktir makanan mahal!!" pikir gw. entah emang jalan yang merestui atau Foke yang berhasil mengatasi kemacetan di saat Lebaran, yang gw tau, jalanan lancar dan gw siap makan gila2an.  namun sayang, pas sampe sana ternyata Piscator TUTUP!!!... argh, gak jadi ditraktir makan mahal deh... huks huks huks...

akhirnya kita memutuskan ke Sushi - Ya.. gw langsung 'DAMN!! Sushi?! kan gw gak bisa makan sushi?!' gak sih, gw gak ngomong, gw cuma mikir dengan wajah yang gak enak
"tenang aja, ada makanan lain kok selain Sushi" kata kakak gw yang liat perubahan muka gw.

Kita ke Sushi-Ya yang di Pancoran. lebih tepatnya di TIS Square. disini antrinya alahmakjan. kita waiting list aja gitu dengan gantengnya. setelah nunggu sekian dasawarsa, nama kakak gw baru dipanggil. kita diarahkan keatas dan rungan yang alhamdulillah, no smoking area. mbak lis mesen sushi apa yah? lupa,pokoknya sesuatu yang di roll dan goreng pake tepung. sedangkan mas Fikri pesen Sushi Salmon Mentai dan untuk pembukanya lupa namanya, pokoknya cumi goreng tepunglah intinya. sedangkan gw ma Mega pesen makanan selain Sushi

"Wah, ada Katsudon Yank!" tunjuk dia di menu
"Iya ada, tapi kok di fotonya agak kurang enak ya keliatannya?"
"aku ini yah?"
"Ya udah"
"Mas pesen Katsu..."
"Katsu semuanya habis mbak" potong pelayannya...
"anjrot.. semuanya mas? semuam mua nya?" tanya gw pastiin.
"iya, katsu semua. tinggal yakiniku aja" ujar dia

ya karena gw gak bisa makan sushi akhirnya gw sama cewek gw pesen beef Teriyaki dan beef Yakiniku ukuran large. dan kami pun menanti dengan sabar detik demi detik, menit demi menit, dan sekitar 1 jam makanan belum dateng...




disaat emosi meninggi akhirnya makanan gw dateng.
"Akhirnyaaaa" ujar gw
"itu kan punya aku" ujar mega
"hah? iya yah?"
"iyaaa"
"oh, ya udah"
dan akhirnya gw nunggu lagi...


Mega With Her Food


gak lama, pesenan gw dan makanan pembuka mas fikri dateng. Mega pun minta mayonaise yang spicy. tahu brapa lama datengnya? well, mayonya baru dateng setelah pelayannya gw pelototin. jadi kebayang dong lamanya? tapi itu mendingan sih, pesenannya kakak gw jauh lebih lama lagi. jadi setelah makanan gw abis setengah, pesenan kakak gw baru dateng. wkwkwk... entahlah... mungkin karena lagi peak banget kali ya yang pesen? maklum lah, banyak yang pesen. kan pada di tinggal pembantu? haha


pesenan mbak lis

teh leci


ya udah, itu aja. liburan gw selama Lebaran Lebaran lo gimana? 

Sabtu, 21 Juli 2012

Perjuangan Memakan Sushi


Setiap orang memiliki makanan favorit dan lidahnya sendiri sendiri. Makanan enak nun mewah buat seseorang, belum tentu cocok dimakan sama orang lain. Namun karena emang diajak, apalagi klo yang ngajak itu pacar, maka pasti apapun akan dilakukan. Hal ini terjadi dengan gw pada hari Kamis lalu.
Cewek gw baru ulang tahun. sesuai dengan janjinya, dia traktir gw ke sebuah restoran sushi di Kelapa Gading bernama Sushi Tei. Gw pun mengiyakan meski dengan penuh keraguan. Kenapa? Karena gw pernah makan sushi dan jatuhnya gw muntah. Namun, karena gw tahu banget kalo cewek gw lagi ngidam sushi, yah gw terima aja. Toh sushinya sushi mateng.

Sampe di Kelapa Gading, restorannya ternyata penuh banget. Kita kudu waiting list disana, karena itulah sembari nunggu, kita beli Shihlin. Hmmm, shihlin itu adalah sebuah makanan yang diklaim sebagai snack di negara asalnya, Taiwan. Beruntung, kita tidak perlu mengantri seperti biasanya. Kita mesen yang biasa kita pesen yaitu XXL Crispy Chicken.

XXL Crispy Chicken adalah yang diklaim menjadi best seller di Indonesia. Rasanya kayak chiken katsu namun dibumbui dengan bumbu baberque bubuk dengan jumlah yang banyak. Jadi berasa enaknya. Mmm, untuk tepungnya gw rasa biasa aja. Cenderung ‘tanpa bumbu’ malah. Tapi makanan ini emang cocok di lidah gw. Harganya? Rp. 26 ribu.



Selesai dari sana, gw dan cewek gw pun kembali ke restorannya dan ternyata antrian masih mengular. Namun gak terlalu lama, sekitar 15 menit kemudianlah, nama kita dah dipanggil. Kita ditawarin di Sushi Bar nya, yaitu tempat dimana sushinya muter muter sendiri dan kita tinggal ambil apapun, berapapun yang kita mau. Harga ditentukan apa dan seberapa banyak yang kita makan. Namun cewek gw menolak. Cewek gw maunya di table yang mmh, lebih privasi, lebih mendukung buat pacaran. Hohoho…

Dan tempat kita akhirnya tersedia. Makanan yang pesen sepenuhnya cewek gw. Maklum, gw gak pernah makan disini. Mega pesen kesukaannya yaitu Crispy Tuna Mentai sebagai menu utama, Chuka Idako dan Crispy Roll sebagai selingan.Takoyaki dipesan juga buat makanan penutup. Khusus untuk Chuka Idako, rupanya ada pilihan. Mau guritanya aja atao dalam bentuk sushi. Nah, cewek gw, pesen dalam bentuk Sushi. Sebelum menutup penawaran, waiter akan menanyakan apakah ada yang ulang tahun di minggu ini. Nah cewek gw langsung bilang ada. Dan kami berhak untuk medapatkan sushi birthday. Sambil nunggu, cewek gue menyiapkan segala bentuk ramuan kayak kecap asin, wasabi sama bubuk cabe.

Chuka Idako datang pertama. Bahannya dari gurita yang dimasak dengan berbagai ramuan dan ditaro di atas nasi jepang dan dibalut dengan nori (rumput laut). Gw pun langsung mencelupkan ke ramuan cewek gw dan di tahap awal, gw eneg sama norinya. Namun setelah kecampur dimulut, rasanya enak. Guritanya berasa saos. Empuk. Enak, gak alot. Menurut gw masaknya pas. Tapi kata cewek gw, itu masaknya setengah mateng. Gak apa-apalah, yang penting gak eneg dan muntah.



Makanan kedua pun datang, favorit cewek gw, Crispy Tuna Mentai. Jadi ini adalah sushi yang didalamnya ada ikan berbumbu, timun, dibaluy dengan nori dan balut lagi sama nasi abis itu atasnya ada ikan tuna yang olesin sama Mayonise. Gw liatin makanannya, dan sumpah itu gw ragu banget makannya. Tapi apa daya, ya masak gw gak makan yang dikasih cewek gw? Gw pun mencelupkan sushi ke ramuan dan akhirnya masuk kemulut gw. Rasanya? Kaya!!! Kaya mau muntah lebih tepatnya. Sumpah, yang ini gak cocok di lidah gw. Pengen gw lepeh tapi gak enak. Stay cool. Gw mencoba untuk menikmatinya dan berhasil! Gw gak lepeh! Prestasi! Gw pun makin penasaran. Gw comot lagi satu lagi dan WOW!! Gw gak kuat. Gw langsung minum ocha (teh tawar) gratisan (refill pulak) untuk menetralisir. GAGAL!! Gw pun makan Shihlinnya. Much better.



Lalu datanglah menu selanjutnya. Crispy Roll. Namanya sih Crispy, tapi dari bentuknya, kayaknya gak crispy-crispy amat sih. Isinya adalah kepiting, timun, gak tau apa lagi dan dibungkus sama nori, dibalut lagu sama nasi dan diatasnya dikasih kuning-kuning apa gt, gak jelas. Rasanya? Mmh, yang jelas gw gak cocok. Gw perlu Shihlin dengan porsi yang lebih besar dan beberapa teguk ocha untuk menetralisirnya.



Namun, gw masih penasaran sama Crispy Tuna Mentainya. Gw pun ambil lagi 1. Dan inilah puncak bencana gw. Perut gw rasanya udah disesaki sama ocha sebagai pembantu penelanan gw. Alhasil gw makin pengen muntah. Gw pun ambil shihlin lagi dan ternyata, SUDAH HABIS!!! Tinggal tepung-tepungnya aja. Mau gak mau gw ambil aja sembarangan pake tangan. Alhamdulillah masih selamat. Namun rupanya itu hanya sementara kawan. Pas gw coba mencampur makanan itu dimulut, anjrrrooot, gak enak banget sumpah. Ocha pun gw ambil dan gw nelen macam mau minum obat. Sayang, itu hanya berhasil untuk sebagian makanan. Sisa makanan yang ada dimulut masih harus dikunyah dan ditelan. Dan itu, perlu waktu yang lama.

Dan menu terakhir akhirnya datang. Takoyaki. Takoyakinya enak. Garing. Guritanya juga banyak. Gede, dan matang. Mmh, karena matang, guritanya jadi agak lebih alot dibandingkan dengan Chuka Idako. Yah ini adalah makanan paling manusiawi yang gw coba dari restoran ala Jepang ini.



Mmh, mungkin agak aneh, tapi abis melalui penyiksaan itu, gw langsung sakit dan diare. Gw yakin bukan dari Sushinya, tapi dari makanan sebelumnya (sehari sebelumnya gw makanan bebek yang pedes dan KERAS!!) namun, klo ditanya “Di, lo masih pengen muntah?” gw akan jawab “Masih”.
That’s all folks… for your info, birthday sushinya gak dimakan, Cuma diliat buat foto2 aja. Itu sushinya nasi, diatasnya ada timun, pake salmon mentah dan udang setengah mateng. Dan satu lagi, gw mohon maaf, fotonya bukan foto asli. Gw googling. See u on the next post.

Minggu, 05 Juni 2011

pertemuan pertama dengan Dita

ini adalah postingan gw yang lamaaaaaaaaaaa bgt bgt bgt...tahun 2007an...blognya masih gw tulis di FS..well, cuma sekedar buat iseng, gw masukin lagi disini. enjoy


ni hari kedua gue di jogja. hari kedua gue berawal dengang segala pengalaman baru bagi gue. kita mulai dr sarapan. untuk pertama kalinya, gue ngeliat jenis sarapan yang sebanyak itu. makan kayak gt cuma gue liat di kondongan, dan sekarang ada didepan mata gue saat akan sarapan. gue pun dengan punuh nafsu birahi melakukan infasi mileter kesagala penjuru. dan ini adalah pertama kalinya gue bisa sarapan sebanyak ini…semua gue makan kecuali roti…karena kebanyakan makan, gue pun mules

inilah kekuarangan gue, walupun bisa makan dimana aja, tp klo disuriuh boker selain dirumah, gue selau kesulitan…otomatis gue pun konsentrasi bgt buat boker…mengelurakan tenaga kuli gue yang terpendam… nah, pas k=gue lagi khusuk2nya buat menerima panggilan alam itu, pintu hotel gue di bel…room boy…bgs, pas gue lagi boker…si room boy ngebel berkali kali dengan penuh nafsu birahi dan cuma gue jawab dengan teriakan sambil ngeden
"NTAR AJA!!!!"
room boyna gak denger…bagus…tau2 ada telp ke kamar hotel gua (dikamar hotel gua, ada 2 telp. di WC ma dideket tipi keren ya?)gue pun angkat
"maaf pak, saya mau bersihkan kamar bapak"
"nanti aja, saya lagi di WC" jawab gue sambil ngeden\

setelah itu gue pun pergi ke STM 2 hanya dengan bermodal peta dan petunjuk dari hotel juga disertai nekat, hue pun berjalan. enaknya dari Jogja, jalanan cm berbentuk blok, jd kemungkinan tersesat kecil beda bgt yah ma bekasi? sampe diasa pun gue nungguin sepupu gue bernama Rindy…numpang Shalat Jumat dan gua baru sadar klo ni skul luas bgt…nah, pas shlalat, gue takjub laiat yang khotbah…dia siswa, bukan guru…anjrit…hebet bgt ni skul, mau2nya guru dinasehatin ma muridnya…setelah selesai, gue pun ngibrol bentar ma Rindy, n dia masuk kls..pas dia pulang, bukannya jalan ma gue, eh dia harus ke UNY…bagus…gue ditinggal…gue jauh jauh dari lebih 350 KM dari rumah, ditinggal gitu ajah…bgs bgt dah…gue sebenarnya diajak jg ma dia, tp apa daya, gak ada motor..bgs

akhirnya guepun ke UGM..niatnya gue jalan aja, coz di peta cuma beberapa blok doang. tp niat baik untuk berhemat itu terpaksa gue urungkan karena Polisi yang gue tanyain blang itu cukup jauh.. akhirnya gue naik bis jalur 15 dan turun di KG…selama perjalanan gue cengok dengan kampus yang naujubila luasnya…jagan dibandingin ma kampus gue yang cm sepetak tanah itu…ini jauh lebih luas. ni juga tipe Univ yang PALING TERBUKA YANG PERNAH GUA LIAT…bis kota boleh lewat sini…aneh ya?emagng…di UI cm bis BiKun yang blh lewat.. IPB, rada pinggir dikit angkotnya, trus kampus gue, lo cukup ngesot buat antar pergi antar gedung saking sempitnya…
lalu gue pun, setelah baca tulisan GIZI dan KESEHATAN gue pun ke gedung itu(iya, gue bisa baca kok, baru sadar ya?)…keliling bentar sambil SMS Dita klo gue dah sampe…dah, trus gue ke kanting…nunggu dia…dan dia nelp, iyah, langka bgt ya dia neklp, biasanya kan dia pelit mapus soal pulsa
"km dmn"
"dikantin" jawab gue sekenanya
"hah?kantin?yang dimana?"
ini nih yang gue gak suka, kesannya gue makin bego…gue kan gak tau ni kantin namanya apa
"yang ada tiangnya, ada ijo2nya"jawab gue sekenanya
"km yang mana?"
hah?km dah disini? mana?" trus gue berdiri dan liat liat dia dengan senyum yang kenal dari potonya.Yup, Nindita Nareswari, dah kenal dari SMA di Chat, dan ini adalah pertemauan pertama kalinya.
slaman dan kenalan lagi…tolol? begitulah gue…tu anak, jujur jauh lebih manis aslinya dari pada potonya…jauhnya jauh bgt…
setelah itu dia masuk kelas lg dan gue nunggu lagi..ngantuk, pengen tidur..baru mau tidur, ternyata Dita dah balik…kita pun jalan keliling UGM setelah dia maksa gue buat shlar Ashar (pdhl gue musafir lho!bisa di Jamak). gue liat ada yang latian marching Band, trus pas di Masjid Kampusnya, gue bandingin ma masjid UI, arsitekturnya mirip, sam2 segitiga dan sama2 banyak orang tidur, trus kita pun makan Telor bakar..inilah kejadian mengerikan berawal

gue kan orangnya pecicilan bgt, jd gue megang sesuatu aja gt tanpa gue liat gue kira seh batu…trus pas gue liat, ternyata yang gue kira batu itu adalah TAI TIKUS KERING…iya, Tai yang sisa makanan tikus..pas gue liat, tempat duduk gue rupanya CUKUP BANYAK tainya…alhasil, gue ma Diata pun pindah tempat.., nah, karena gue baru megang TAI TIKUS KERING, gue pun ilfil dan gue harus makan pk SENDOK…aku gak suaka makan pk sendok…telor bakar yang gue penasaran mampus rupanya telor dadar digoreng trud dibakar..dan pake tempe bakar yang digoreng pk tepung dulu baru dibakar…lalu, gue pun bayar tu makan eh Dita malah marah, katanya sebagai tuan rumah, mestinya dia yang traktir aku, bukan aku yang traktir dia…dia ngambek
asli tu anak manis bgt pas ngambek (walo gue lebih suka pas dia senyum), sayang dia dah punya pacar dan nolak gue dberkali kali.iyah, berkali kali…dia sempat masukin duit 20rb ke kantong gue, gue bilang aja
"mang aku pengemis apa, km ngasihnya gni?"sok marah gue, padahal gue sering bgt melakukan hal yang sama ke temen2 gue
"eh, maaf Di, bukan gtu maksud aku" dengan muka melas…ni anak mang manis…seneng gue ngeliatnya….sambil elas..hehehehehehe

dan karena suadh sore gue pun ke Hotel (di Jogja, Bis cuma ada ampe sore, itupun dah jarang2, gak enak bgt ya?menghambat mobilitas sosial aja, kurang dinamis). gue pulang dan gue baru sadar, GUE LUPA FOTO2…kancrut

pas malemnya, gue nyari oseng2 mercon…oseng2 mercon pertama, asli gak enak mampus… nah yang kedua, baru rada enak. itu gua makannya di Hotel, pake tangan…I Love My Hand…itu baru enak makannya Bung..

dah, gtu aja..lanjut kapan2 ya