Tampilkan postingan dengan label tempat makan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tempat makan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

Nikmatnya Es Krim Gelatissimo


Pernah buka puasa pake es krim? Well gw baru baru ini melakukannya. Es krim apa yang berhasil gw gagahi? Hmm, bukan es krim sembarangan. Es krim yang gw makan kali ini adalah es krim yang katanya nih mengandung lemak yang sangat rendah dan bahan, diimpor langsung dari Australia. lantas apa namanya? Namanya adalah Gelatissimo The Real Taste of Italia. Aneh emang, ngakunya real taste of Italia, tapi kok bahannya dari Australia? 



Hmm jadi begini ceritanya, dahulu kala, saat negara api menyerang, seorang pria dari Italia pindah ke Australia. Pria tersebut bernama Franco Lopresti. Dia adalah si empu dari Gelatissmo. Dia sempat jatuh bangun untuk membangunnya dan sekarang, Gelatissmo sudah go international. Salutlah.

Nah, Gelatissmo yang gw samperin adalah Gelatissmo Kelapa Gading yang terletak dilantai lantai 2. Tempatnya diantara tempat orang jualan baju. Untuk kelas café, agak kurang mendukung. Tempatnya terlalu mall, kesan cozy jadi berkurang. Jumlah sofa juga rasanya terbatas mengingat pembeli rupanya cukup banyak.



Disana gw dilayani oleh seorang pria. Jujur gw males sama dia. Pelayanannya gak enak. Gak ada senyum-senyumnya. Padahal menurut gw, dia udah senior disana. Kesan ‘ayo cepetan lo pesen apaan, gw juga mau buka puasa’ amat sangat kentara banget. Gw sama cewek gw pun mesan dengan agak kesan terburu-buru dan agak sulit berkomunikasi. Bukan bermaksud menyinggung, tapi ini menurut gw merugikan mengingat ini es krim mahal.



Ya baiklah, mari kita lupakan pelayanannya. Kita bahas es krimnya aja oke? Pilihan rasa menurut gw tidak banyak. cenderung kalah variatif jika dibandingkan dengan seterunya yang memiliki berbagai rasa yang unik. Di Gelatissimo, lo hanya akan menemukan beberapa rasa konvensional dan beberapa rasa buah yang cukup langka.



Cewek gw mesen es krim 2 scoop. Rasa yang dipilih adalah ras berry dan cokelat. Raspberry dia gak cocok, soalnya terlalu asem. Tapi menurut gw, itu enak. Klo dilihat dari warna, es krimnya berwarna merah jambung yang cukup menyala dan menantang. Ada bintik bintik merah yang gw yakini itu adalah dari rasberrynya. Rasanya emang cukup kecut. Asem-asem gimana gitu. Tapi rasanya buahnya jadi lebih kentara dibandingkan dengan rasa susunya.



Sedangkan rasa cokelat, warna coklatnya cukup gelap. Keliatan banget coklatnya banyak. sangat kaya. Pas diicipin, rasanya pun cokelat banget. Namun rasa coklat yang kuat ini menimbulkan rasa pahit dilidah. Tidak mengganggu, tapi justru pengen nyendok lagi. hohoho.

Sedangkan gw mesen waffle dengan 4 scoop es krim + 1 scoop es krim. (biar veouchernya abis) hohoho. Rasa yang gw pilih ada Chocho Chips, Coffee, Lemon, Vanilla, oreo. Kelima es krim tersebut di taro diatas waffle anget, dan diburi oleh kacang, coklat cair dan biscuit coklat bulet. Gtw apa namanya. Choco chipsnya menurut gw biasa aja. Nothing special. Sama kayak oreo gw juga gak wah. Namun, untuk vanilanya, mmh enak. Vanilanya terasa banget. Beda sama es krim vanilla lain. 

Sedangkan Coffee, rasanya kuat banget, kopi abis. Bahkan pada saat es krim sudah habis, rasa kopinya masih terasa dilidah. Untuk lemon, menurut gw unrecomended. Gak enak menurut gw. Terlalu asem dan ada pahit pahitnya. Mungkin sensasi dari kulit lemonnya kali ya? teksturnya juga beda. Gak selembut es krim lain. Dia agak kasar. Untuk waffle, empuk. Dan hangat. Jadi eskrimnya agak melting. Mmh, maknyus lah.



Soal harga cukup mahal. Untuk yang dimakan cewek gw harganya Rp. 42 ribuan. Sedangkan yang gw makan harganya Rp. 85 ribuan. Untuk 1 scoop kalo gak salah harganya Rp.28.ribuan. mahal yah? Emang. Untuk harga segitu, dengan gaji seorang penulis, gw rasa sebenarnya agak kurang worth it. Haha.. tapi gw akuin enak dan kenyang, tapi kuranglah. Hoho.

Mmh, untuk info aja biar gw gak kena pencemaranan nama baik, gw duduk ditempat yang gak enak. Nah, pas ditengah tengah makan, ada pelanggan yang pergi. Dia duduk di sofa. Maka pindah lah gw. Disana masih ada sisa makanan. Gw liat pelayannya lagi pada buka. Jadi gw gak minta di bersihin. Eh tau2 ada yang nongol bawa serbet. Jadi diberesin deh. Hoho… mantaplah..

Ya udah itu aja.. nanti kalo gw makan makan lagi gw certain. Selamat berpuasa ya

Sabtu, 21 Juli 2012

Perjuangan Memakan Sushi


Setiap orang memiliki makanan favorit dan lidahnya sendiri sendiri. Makanan enak nun mewah buat seseorang, belum tentu cocok dimakan sama orang lain. Namun karena emang diajak, apalagi klo yang ngajak itu pacar, maka pasti apapun akan dilakukan. Hal ini terjadi dengan gw pada hari Kamis lalu.
Cewek gw baru ulang tahun. sesuai dengan janjinya, dia traktir gw ke sebuah restoran sushi di Kelapa Gading bernama Sushi Tei. Gw pun mengiyakan meski dengan penuh keraguan. Kenapa? Karena gw pernah makan sushi dan jatuhnya gw muntah. Namun, karena gw tahu banget kalo cewek gw lagi ngidam sushi, yah gw terima aja. Toh sushinya sushi mateng.

Sampe di Kelapa Gading, restorannya ternyata penuh banget. Kita kudu waiting list disana, karena itulah sembari nunggu, kita beli Shihlin. Hmmm, shihlin itu adalah sebuah makanan yang diklaim sebagai snack di negara asalnya, Taiwan. Beruntung, kita tidak perlu mengantri seperti biasanya. Kita mesen yang biasa kita pesen yaitu XXL Crispy Chicken.

XXL Crispy Chicken adalah yang diklaim menjadi best seller di Indonesia. Rasanya kayak chiken katsu namun dibumbui dengan bumbu baberque bubuk dengan jumlah yang banyak. Jadi berasa enaknya. Mmm, untuk tepungnya gw rasa biasa aja. Cenderung ‘tanpa bumbu’ malah. Tapi makanan ini emang cocok di lidah gw. Harganya? Rp. 26 ribu.



Selesai dari sana, gw dan cewek gw pun kembali ke restorannya dan ternyata antrian masih mengular. Namun gak terlalu lama, sekitar 15 menit kemudianlah, nama kita dah dipanggil. Kita ditawarin di Sushi Bar nya, yaitu tempat dimana sushinya muter muter sendiri dan kita tinggal ambil apapun, berapapun yang kita mau. Harga ditentukan apa dan seberapa banyak yang kita makan. Namun cewek gw menolak. Cewek gw maunya di table yang mmh, lebih privasi, lebih mendukung buat pacaran. Hohoho…

Dan tempat kita akhirnya tersedia. Makanan yang pesen sepenuhnya cewek gw. Maklum, gw gak pernah makan disini. Mega pesen kesukaannya yaitu Crispy Tuna Mentai sebagai menu utama, Chuka Idako dan Crispy Roll sebagai selingan.Takoyaki dipesan juga buat makanan penutup. Khusus untuk Chuka Idako, rupanya ada pilihan. Mau guritanya aja atao dalam bentuk sushi. Nah, cewek gw, pesen dalam bentuk Sushi. Sebelum menutup penawaran, waiter akan menanyakan apakah ada yang ulang tahun di minggu ini. Nah cewek gw langsung bilang ada. Dan kami berhak untuk medapatkan sushi birthday. Sambil nunggu, cewek gue menyiapkan segala bentuk ramuan kayak kecap asin, wasabi sama bubuk cabe.

Chuka Idako datang pertama. Bahannya dari gurita yang dimasak dengan berbagai ramuan dan ditaro di atas nasi jepang dan dibalut dengan nori (rumput laut). Gw pun langsung mencelupkan ke ramuan cewek gw dan di tahap awal, gw eneg sama norinya. Namun setelah kecampur dimulut, rasanya enak. Guritanya berasa saos. Empuk. Enak, gak alot. Menurut gw masaknya pas. Tapi kata cewek gw, itu masaknya setengah mateng. Gak apa-apalah, yang penting gak eneg dan muntah.



Makanan kedua pun datang, favorit cewek gw, Crispy Tuna Mentai. Jadi ini adalah sushi yang didalamnya ada ikan berbumbu, timun, dibaluy dengan nori dan balut lagi sama nasi abis itu atasnya ada ikan tuna yang olesin sama Mayonise. Gw liatin makanannya, dan sumpah itu gw ragu banget makannya. Tapi apa daya, ya masak gw gak makan yang dikasih cewek gw? Gw pun mencelupkan sushi ke ramuan dan akhirnya masuk kemulut gw. Rasanya? Kaya!!! Kaya mau muntah lebih tepatnya. Sumpah, yang ini gak cocok di lidah gw. Pengen gw lepeh tapi gak enak. Stay cool. Gw mencoba untuk menikmatinya dan berhasil! Gw gak lepeh! Prestasi! Gw pun makin penasaran. Gw comot lagi satu lagi dan WOW!! Gw gak kuat. Gw langsung minum ocha (teh tawar) gratisan (refill pulak) untuk menetralisir. GAGAL!! Gw pun makan Shihlinnya. Much better.



Lalu datanglah menu selanjutnya. Crispy Roll. Namanya sih Crispy, tapi dari bentuknya, kayaknya gak crispy-crispy amat sih. Isinya adalah kepiting, timun, gak tau apa lagi dan dibungkus sama nori, dibalut lagu sama nasi dan diatasnya dikasih kuning-kuning apa gt, gak jelas. Rasanya? Mmh, yang jelas gw gak cocok. Gw perlu Shihlin dengan porsi yang lebih besar dan beberapa teguk ocha untuk menetralisirnya.



Namun, gw masih penasaran sama Crispy Tuna Mentainya. Gw pun ambil lagi 1. Dan inilah puncak bencana gw. Perut gw rasanya udah disesaki sama ocha sebagai pembantu penelanan gw. Alhasil gw makin pengen muntah. Gw pun ambil shihlin lagi dan ternyata, SUDAH HABIS!!! Tinggal tepung-tepungnya aja. Mau gak mau gw ambil aja sembarangan pake tangan. Alhamdulillah masih selamat. Namun rupanya itu hanya sementara kawan. Pas gw coba mencampur makanan itu dimulut, anjrrrooot, gak enak banget sumpah. Ocha pun gw ambil dan gw nelen macam mau minum obat. Sayang, itu hanya berhasil untuk sebagian makanan. Sisa makanan yang ada dimulut masih harus dikunyah dan ditelan. Dan itu, perlu waktu yang lama.

Dan menu terakhir akhirnya datang. Takoyaki. Takoyakinya enak. Garing. Guritanya juga banyak. Gede, dan matang. Mmh, karena matang, guritanya jadi agak lebih alot dibandingkan dengan Chuka Idako. Yah ini adalah makanan paling manusiawi yang gw coba dari restoran ala Jepang ini.



Mmh, mungkin agak aneh, tapi abis melalui penyiksaan itu, gw langsung sakit dan diare. Gw yakin bukan dari Sushinya, tapi dari makanan sebelumnya (sehari sebelumnya gw makanan bebek yang pedes dan KERAS!!) namun, klo ditanya “Di, lo masih pengen muntah?” gw akan jawab “Masih”.
That’s all folks… for your info, birthday sushinya gak dimakan, Cuma diliat buat foto2 aja. Itu sushinya nasi, diatasnya ada timun, pake salmon mentah dan udang setengah mateng. Dan satu lagi, gw mohon maaf, fotonya bukan foto asli. Gw googling. See u on the next post.