Tampilkan postingan dengan label jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Agustus 2014

Laporan Mudik Lebaran 2014

Baca judulnya agak aneh ya? mungkin. jadi marilah kita mulai postingan ini dengan kata-kata :

Selamat hari raya idul fitri 1435 H. Minal Aidzin wal fa idzin, mohon maaf lahir dan batin

Basi mungkin memang baru mengucapkan itu hari ini. sudah hari ke berapa Lebaran ini? wkwk.. tapi diantara kebasian tersebut, Saya rasa masih jauh lebih baik dibandingkan jika tidak diucapkan sama sekali kan? dan ini sama halnya dengan menanyakan, gimana liburannya?

Nah, kali ini Lebaran saya cukup menyenangkan. berbeda dengan Lebaran di tahun tahun sebelumnya, kali ini saya naik pesawat! yak, ini adalah pertama kalinya dalam 27 tahun saya bernapas di bumi mudik dengan dengan menggunakan pesawat. eh, tapi saya pernah naik pesawat pas arus balik pas. saat itu saya masih... mmmhhhhhhh... lupa, entah TK entah SD.

Kok bisa pake pesawat Di?

Bisa, soalnya di bayarin ma Mega. wkwkwk.... jadi begini ceritanya. saya pada dasarnya sempat ragu apakah saya akan mudik atau tidak. dan akhirnya dibalik segala keraguan tersebut, saya baru sadar bahwa sudah lama saua tidak mudik. alhasil, saya pun memutuskan untuk mudik. ketika itu saya berusaha untuk mendapatkan tiket kereta. sayang , saya tidak dapat. Mega yang saya minta bantuannya untuk mencarikan tiket mudik juga menyerah. melihat sulitnya mendapatkan tiket mudik kereta, akhirnya dia mengiklaskan tabungan dia untuk bayarin tiket mudik pesawat saya. hebatnya adalah, dia memberikan saya tiket pesawat Garuda Indonesia kelas bisnis. wohooooo... sementara pulangnya, alhamdulillah daya mendapat tiket Gajayana dari Kediri ke Jakarta.

Enaknya dari penggunaan pesawat ini adalah kita nunggu di lounge. untuk itulah saya abis pulang kantor langsing cuss ke Bandara. sampe Bandara langsung sholat dll dan ke lounge. penuh memang, namun tetap nyaman. jauh lebih nyaman daripada nunggu di ruang tunggu. Alhamdulillah rejeki anak sholeh. di lounge tersebut saya makan gila-gilaan. makanannya bisa dibilang sederhana, tapi yang sederhana itulah yang enak.

Lounge Garuda

pas di pesawat, saya dikasih pilihan bacaan. ditawarinnya tempo, gatra dll. dan yang saya ambil adalah majalah Bobo. Pramugarinya sih senyum aja, senyum yang kayak 'nyaelah, muka aja lo yang preman, bacaannya masih Bobo..' kebayangkan?

nah sambil baca ternyata di pas diatas saya dikasih makan lagi. well, meski perut masih super kenyang karena di lounge tadi makan banyak tapi kapan lagi coba naik garuda di bisnis? jadi ya makan ajah. oiya, di lounge itu saya makan nasi ulan dan segala macam lauk pauknya, ditambah dengan laksa bogor, somay dan niatnya sih pecel, tapi sayurnya sudah bau.. terpaksa saya batalkan niat tersebut. sementara pas di pesawat saya dapet bubur ketan item beserta roti gak jelas dan nasi ayam. nasi ayam itu ada pilihannya sebenernya, ada mie seafood juga.

sampe Surabaya sudah jam setengah 1 malam. dijemput oleh Dek Oga dan kemudian menginap di hotel depan kantornya. kalau gak salah Hotel Alana. disana minta dibangunin untuk sahur. pas sahur pun jujur saya masih merasa kenyang, dan mengantuk pastinya, jadi saya lupa makan apa. cuma yang saya ingat, susu coklatnya agak kurang enak.


Saya dan Dek Oga



nah saya tidur kebablasan. niat jam 10 sudah otw ke Pare, ini malah jam setengah 12 masih leyeh-leyeh. saya lupa cabut jam brapa, tapi yang jelas sudah siang. sebelumnya kami mencari oleh-oleh dulu. Saya nyari sambel Bu Rudy, tapi gak ada dan bukan rekomendasi dek Oga. dia justru merekomendasikan sambel Bu Yudi dengan udang yang terpisah. sayangnya jenis sambal yang enak itu tidak ada . jadi saya mengambil apa yang ada ditambah dengan sambel merk lain yaitu Mercon. oiya, untuk jenis sambal yang saya cari adalah sambal Klothok tapi untuk oleh-oleh saya ambil jenis sambal Bajak Abang.

Perjalanan menuju Pare terbilang lancar jaya. Namun jujur, karena saya tidak terbiasa mengemudi diluar kota, maka rasanya agak-agak kagok bawa mobilnya dek Oga. disana jalannya kudu banyak-banyak main klakson. motornya sadis-sadis gak mau ngalahnya. jauh berbeda dengan yang di Jogja. haha.. selain ity jalan di lalui itu bisa dibilang jalur alternatif namun aspalnya bagus. jadi mobil bisa dipacu sampe 80 km/jam dan cukup sulit mengingat jalannya yang lumayan sempit.

Di Pare sendiri sebearnya gak ada yang spesial yang bisa saya ceritain. disana lebih ke family time. Disana saya sholat Ied di Masjid Agung An-Nur. deket rumah. sayang gak sama mbak lis, soalnya Mbak Lis, Mas Fikri, Aji, dan Bapaknya Mas Fikri mudik belakangan. mereka baru tiba di Pare H+2.

Masjid An-Nur


Sama Ibu


My small happy family


Mereka nginepnya di rumah budhe Mamik. rumahnya disana luas, Aji suka banget disana. lucu banget pas dia pertama kali nginjek rumput. dia diem lama sambil senyum-senyum gitu. lucu deh. dia juga dimasukin ke kolam lele yang kosong. lagi-lagi, dia diem dulu kesenangan. baru deh pecicilan.


Berasa di pantai


Namun yang saya sayangkan adalah saya kurang puas berburu makanan dan jalan-jalan. ada beberapa menu wajib yang belum saya dapatkan. oiya, ada tempat makan yang selalu ramai namanya Soto Lumayan di stasiun Pare. saya tidak akan bahas makananya tapi saya mau bahas keanehan di toko ini.

siang itu saya sama ibu kesana untuk memungkus 2 porsi soto, tapi pas sampe sana ternyata tidak boleh pesen 2 porsi soto bungkus. bolehnya maksimal 1. bingung, akhirnya saya disuruh Ibu untuk KELUAR DULU ABIS ITU MASUK LAGI DAN MESEN LAGI!!!! agak konyol sih sebenarnya tapi itulah kenyataannya. soto Ibu pesenannya bener, daging semua dengan jumlah kuah yang fantastis. sementara punya saya terbilang normal jumlahnya dengan daging yang dicampur dengan tetelan. agak rese yee?


Dan karena saya tidak banyak jalan-jalan disana, jadi saya tidak update liburan seperti temen-temen saya yang aktif beneeeer updatenya. Saya sebenarnya mau ke Kelud, tapi sama Ibu gak boleh. Untuk itu saya memilih ke Simpang Lima Gumul untuk,,,yaaaa setidaknya bisa ada yang difoto lah ya... hehe. disana rame beneeer.... dan sayangnya terowongan masuk dari parkiran ke lokasi kurang terawat. bahkan tercium bau pesing pas di pintu masuk. sementara di dalem terowongannya sendiri pengap karena tidak ada udara yang masuk. AC? tidak ada.





pas pulang, saya naik Gajayana Lebaran. mungkin karena ini kereta tambahan, jadi kondisinya agak kurang bagus. Jujur, untuk kereta sekelas Gajayana yang konon memiliki kualitas sekelas Argo, rasanya ini sangat dibawah ekspektasi. tapi ya sudahlah, namanya juga demi mudik. hehe..

lantas, bagaimana dengan Lebaran anda?

Minggu, 24 Juni 2012

Enjoy Jakarta - Car Free Day

pernah ke Car Free Day? ini adalah Car Free Day kedua gw, yang gw ingwt. FYI, Car Free Day sekarang dilaksanakan tiap minggu dengan kondisi jalan yang udah lebih steril setelah jalur lambat pun di tutup juga. dan hari ini, gw berhasil menyambanginya. berawal dari keajaiban yang terjadi di pagi hari, yaitu bisa bangun pagi, gw dengan laknatnya langung boker dan mandi bebek. buru-buru biar jam setengah 7 dah bisa jalan.

perjalanan pagi memang menyenangkan, karena jalannya masih lancar dan tanpa polusi. sepanjang perjalanan juga banyak yang seliweran para pengguna sepeda yang menuju ke Bundaran HI, lokasi yang sama dengan gw. kenapa sih milih Bundaran HI? well karena menurut gw, HI memang pusat keributan saat Car Free Day. viewnya lebih bagus dengan air mancur Bundaran HI yang dinyalain dan parkirnya juga gampang.



sampai disana, kondisi memang nyaris tanpa kendaraan bermotor kecuali busway dan ambulance. pengguna jalan rata rata adalah para pengguna sepeda mulai dari sepeda tua sampai sepeda yang agak sulit ditemukan seperti low rider. gak sedikit diantara mereka yang gw lihat menggunakan sepeda yang unik kayak sambil agak tiduran, atau yang ada gerobak dibelakangnya buat anak-anak mereka. namun ada juga yang ngajarin anak-anak mereka belajar naik sepeda.





udara juga terasa lebih bersih dibandingkan dengan biasanya. biasanya tuh pengap ma asep knalpot, tapi kali ini dengan tidak adanya kendaraan, udara di jalan MH. Thamrin terasa sangat-sangat sejuk. apalagi masih pagi, jadi makin oke.

apakah ini tempat yang sangat direkomendasikan untuk olah raga? mungkin jawabannya adalah tidak. namun kalau pertanyaannya diganti jadi apakah ini tempat yang direkomendasikan untuk wisata murah? jawabannya jelas 'IYA'.

berminat? klo gw, gw masih berminat





































Rabu, 11 April 2012

Ngicipin Proton Neo CPS Sporty


Mencicipi mobil baru sebenarnya bukanlah hal yang biasa gw lakukan, tapi Alhamdulillah, beberapa waktu lalu, gw berhasil menggagahi sebuah mobil Proton yang baru banget dirilis, yaitu Proton Neo CPS Sporty. Mobil lansiran Malaysia ini menyuguhkan beberapa poin yang patut diperhitungan.



Poin terpenting yang bisa kita lihat adalah desain. Kenapa desain? Karena Proton Neo CPS Sporty memiliki desain yang sangat sporty. Bisa dibilang mobil ini lebih layak melaju di sirkuit rally daripada dijalanan. Kesan galak timbul dari kap mesin. Kap mesin dilapisi oleh stiker karbon. Saying, hanya stiker. Agak sedikit nyeleneh emang. Terus headlamp meruncing dan dikawin kan dengan bemper yang juga menambah kesan gahar.



Dari belakang, mobil ini juga dilengkapi dengan spoiler yang cukup besar. Praktis menambah kesan angker pada mobil yang berbalut warna hitam ini. Ban juga menggunakan velg berkelir agak gold dengan desain yang juga sport. Manteplah…




Masuk kedalam, interior juga dihiasi oleh jok yang dibungkus dengan warna hitam-merah. Hemm, makin sadis kan kesan sportynya. Belum kelar sampe sana. Speedometer juga menampilkan kesan dinamis khas anak muda yang hobi kebut kebutan. Kalau dilihat lebih teliti, setir juga memiliki jahitan dengan benang warna merah. Sayang, jahitan ini cukup kasar pada finishingnya.




Proton Neo CPS Sporty dibekali oleh mesin 1600cc Campro CPS 4-silinder, DOHC, 16 katup. Kecil memang tapi diklaim mampu menggerus aspal dengan kekuatan 145 HP. Hemm, kedengarannya cukup sadis yah?



Nah, saatnya untuk membawa mobil test drive ini ke kantor. Pejalanan dari PT. Proton Edar Indonesia di Pondok Indah menuju kantor gw di daerah Timur menjadi saksi atas pesona gw dalam berkendara. Halaaah…

Mobil distarter dan suara mesin pun bergemuruh. Masuk gigi satu, dan beuh, kok susah ya masukin giginya? Sumpah keras banget. Gas ditekan dan mobil pun melaju.. gigi 1 ga berasa apa-apa.. masuk gigi 2, kembali persnelingnya agak sulit. Tapi setelah gw perhatiin, perpindahan gigi kayaknya emang ada trik khususnya. Seperti telapak harus agak kebawah dan baru dorong tungkainya. Agak ribet emang klo yang belum terbiasa.



Gigi  1, gigi 2 dan gigi 3 rasanya ga ada gregetnya. biasa banget. Masuk gigi 4 dan gigi 5 power mobil baru terasa agak lebih besar. Sayang, jalanan macet, jadi mobil gak bisa digeber dengan seutuhnya. Jarak pandang kedepan juga sangat baik. Pilar A hanya sedikit memberikan sudut mati. Okelah. Tapi jarak pandang ke belakang cukup mengenaskan. Sempit banget. Selain spionnya yang agak terlalu mepet, kaca belakang rasanya juga cukup kekecilan.

Kelincahan mobil juga oke punya. Gw coba sedikit main zig zag, dan mobil ini cukup responsive. Sayang, sekali lagi, sangat disayangkan, mobil ini cukup melelahkan. Kenapa? Karena setirnya masih berat banget. Sangat melelahkan khususnya buat yang hobi mengemudi dengan 1 tangan. Leher dan pundak gw sampe pegel. Tapi emang kalau dibuat ngebut, gw rasa ‘berat’ dari setir tersebut cukup membantu agar stabil nyetirnya.

Mengharapkan entertainment yang baik? Gw rasa lo harus ridho untuk memodifikasinya sedikit. Karena fitur yang ditawarkan hanya berupa head unit yang dilengkapi dengan CD driver tanpa ada embel embel TV ato lainnya. Maklumlah, namanya juga desain ‘mobil balap’. soal ergonomis mobil ini, gw rasa standard banget. karena tangan gak bisa ditaruh dimana mana meski untuk mencapai beberapa fitur, tangan tidak perlu terlalu jauh menggapainya. kemudahan terletak di setir karena bisa mengendalikan audio dari setirnya saja.



Soal harga, mobil ini dibanderol dengan harga 229 juta rupiah. Off the road kayaknya. Lupa juga gw. Haha. Well itu aja dulu. Klo dapet mobil lain, gw kabarin. Have a great day

Rabu, 07 Maret 2012

Ngicipin Enaknya Audi A6

pernah nyoba mobil seharga sekitar 1 M? well, akhirnya gw pernah, meski gw hanya duduk di kursi penumpang, tapi gw cukup menikmatinya. lantas, mobil apa yang gw naikin? adalah Audi A6, sebuah mobil kelas mewah yang akhirnya berhasil gw nodai.

soal desain, Audi A6 ini, menurut gw, adalah jenis Elegan Sporty. dilihat dari depan, model sedan ini terlihat sangat agresif dengan grill hitam dibagian depan. headlamp menyipit menambahkan kesan galak pada tampilan mobil ini. foglamp? tidak ada. aneh? mungkin. namun kata bos gw, mobil yang ngebut justru cirinya tidak memiliki foglamp.



beranjak kesisi mobil, Audi A6 terlihat demikian anggun dengan garis yang melintang dari depan hingga belakang. lekukan pada bagian bawah juga semakin membuat mobil ini tampil stylish. sayang, pada bagian belakang, meski tetap cantik, namun rasanya agak terlalu bermain aman. hanya lambang Audi dan A6 yang tersemat di bagian bokong sebagai penghias.



masuk kedalam, anda akan mendapatkan jok yang dilapisi oleh bahan full kulit. warna hitam yang menyelimuti jok, semakin menegaskan bahwa mobil ini memang layak untuk memacu adrenalin anda dalam mengemudi. namun, wood panel yang tersemat pada dashboard dan pintu hadir sebagai penghias kabin dan menambah kesan ekslusifitas mobil ini.

nah, saatnya memacu mobil ini dijalan. bos gw pun langsung duduk di belakang kemudi.berdasarkan apa yang dia bilang dan rasakan, mobil ini memiliki sisi ergonomis yang sangat baik. semua tombol yang berhubungan dengan mobil, dapat terjangkau dengan baik meski tangan tidak terlalu jauh menjarah kabin.



mesin pun dinyalakan dan brrrm...suara mesin terdengar cukup lembut, namun tetap galak.kegalakan ini terbukti saat mobil meluncur di jalan Pemuda. kecepatan melesat menjadi 100 KM dari sebelumnya sekitar 10 KM per jam hanya dalam waktu kurang dari 5 detik. pengereman pun dirasakan cukup pakem dan tidak terlalu menyentak.soal handling, Audi A6 dirasakan sangat baik. karena mobil tidak terbanting saat mobil meliuk tajam di tukungan.



nah, sekarang bicara soal kenyamanan. mobil ini gak usah ditanyainlah kenyamanannya. suara diluar berhasil diredam dengan sangat baik oleh mobil ini. alhasil, noise dari jalanan nyaris tidak terdengar di kabin. obrolan dapat lancar dibahas tanpa harus teriak teriak. jok terasa sangat empuk. bahan kulit yang biasanya bau pun tidak tercium. namun justru terasa wangi. ruang penumpang depan juga terasa sangat lapang. kaki dapat selonjoran dengan sesuka hati. ditambah lagi posisi kursi dapat dimaju mundurkan dengan sesuka hati.



soal fitur, jangan ditanya.jujur gw emang gak terlalu ngerti soal fitur, tapi menurut gw ini sangat sangat oke. kenapa? karena dengan mobil ini, lo dapat menentukan tingkat kenyaman elo khususnya suspensi. lo bisa setel confort untuk kecepatan rendah hingga menengah, auto yang pastinya otomatis, dinamic untuk kecepatan tinggi dan yang paling menarik, ada individual yang bisa lo custom sesuai dengan keinginan lo. kerenkan?

audionya juga terdengar cukup apik. lo bisa sesuaikan kebutuhan lo, mau yang untuk "enak didenger diseluruh kabin" atau "hanya si pengendara". semua bisa lo sesuaikan sendiri dengan hanya mengotak atik head unit yang ada.



belum selesai sampai sana, soal safety, mobil ini dilengkapi dengan sensor yang banyak bgt. knp? karena pas lo nikung terlalu mepet, atai jarak mobil terlalu mepet, semsor akan berbunyi dan monitor kan menunjukkan posisi mana yang terancam kena baret.

nah, bicara soal harga, gw emang gak tau. hahaha...tapi sekitar 1 M lebih lah....harga yang rasanya cukup sesuai dengan segala fitur dan kenyamanan yang bisa lo dapetin kan?

Senin, 26 Desember 2011

Touring to Garut


beberapa waktu lalu gw ikutan sebuah touring yang diadakan Freed For Fun Community alias F3C..well, ini adalah touring kedua dalam selama 1 tahun gw kerja di sebuah media online. untuk kali ini, lebih terasa touringnya dibanding yang pertama. kenapa? mmh, mungkin jarak yang lebih jauh dan media yang hadir semuanya nginep. jadi gw gak merasa tersisihlah.
salah satu yang paling menarik adalah adalah ada seorang wartawan senior yang hadir. beliau merupakan wartawan dari London TV, sebuah televisi yang berpusat di kota London (iyalah, klo pusatnya di Istambul pasti namanya Istambul TV) usianya? klo gak salah 63 tahun. sebuah usia yang pastinya aneh untuk masih bekerja. hebatnya lagi, dia one man news team. orang gila th dia.
well, soal touringnya, gw turing ke garut. perjalanan semua lancar sampai akhirnya ada beberapa acara yang harus di cancel karena beberapa hal. alhasil gw juga harus ngubah beberapa liputan. tapi alhamdulillah semua berhasil dikerjakan dengan baik. ini juga merupakan kunjungan pertama gw ke garut. dan ini merupakan kota yang sangat bagus dengan pegunungan yang berkeliling disekitar. jalanannya juga udah alus walo berliku liku.
Garut terkenal dengan dodol dan hasil tekstilnya. dan gw dapet sarung tangan kulit gratis dari toko yang gw liput. hahaha, paten kan? hemmm…well, ini foto2nya…enjoy